banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250
Berita  

Episode 10, Pimda Nyawah : Stop Bullying melalui Pentingnya Pendidikan Parenting dalam Pembentukan Karakter Anak Didik

banner 120x600

Bingkaiwarta, GARAWANGI – Program “Pimpinan Daerah Menyapa Siswa di Sekolah” (Pimda Nyawah) yang di gagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan sudah memasuki episode ke-10. Kali ini, Pimda Nyawah di isi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Susi Widyawati Hidajat, S.Sos., M.IP., yang hadir secara langsung menjadi narasumber, di SMP Negeri 1 Garawangi, Rabu (24/01/2024).

Dengan mengusung tema “Stop Bullying melalui Pentingnya Pendidikan Parenting dalam Pembentukan Karakter Anak Didik” ini diselenggarakan secara hybrid, di SMPN 1 Garawangi secara luring dan untuk seluruh SD dan SMP lainnya se-Kabupaten Kuningan secara daring.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Kepala SMP Negeri 1 Garawangi, Hj Engkom Komara, M.Pd menyambut dengan antusias program Pimda Nyawah ini. Dia berterima kasih kepada Disdikbud Kabupaten Kuningan yang telah mempercayai sekolahnya untuk menjadi tuan rumah di Pimda Nyawah Episode kali ini, dan berterima kasih khususnya kepada Ibu Ketua TP PKK yang telah berkenan hadir untuk menjadi narasumber di Pimda Nyawah ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Disdikbud dan khususnya kepada Ibu Ketua TP PKK yang menjadi narasumber yang akan menginspirasi serta mengedukasi kita semua baik untuk tenaga pendidik dan juga untuk anak didik di seluruh Kabupaten Kuningan,” ucap Engkom.

Sementara itu, perwakilan Kadisdikbud, Kabid Pembinaan SMP Abidin menjelaskan, bahwa  kemajuan pendidikan harus melibatkan stakeholder yang ada. Pimda Nyawah ini sebagai media untuk berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun pendidikan di Kabupaten Kuningan.

“Tokoh-tokoh hebat yang hadir mengisi di Pimda Nyawah pasti memberikan manfaat yang sangat luar biasa, atas dasar kepedulian Pimpinan-pimpinan yang ada di Kabupaten Kuningan untuk memberikan inapirasi dan sprit bagi kita semua yang berada di lingkungan pendidikan,” ujar Abidin.

Ketua TP PKK yang akrab disapa Susi Hidajat ini menyampaikan kebanggan dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program Pimda Nyawah.

Susi menjelaskan, karena begitu pentingnya masalah ini terdapat regulasi dan kebijakan yang mengaturnya di undang-undang No. 35 tahun 2014 yang merupakan Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 C yang menyebutkan “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak”.

Serta Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 yang merupakan Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 9 Ayat (1a) yang menyebutkan : Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga pendidik, sesama peserta didik, dan atau pihak lain . Kemudian Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan Penanggulangan Tindak kekerasan di Lingkungan Satuan pendidikan.

“Perundungan atau Bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok,” jelas Susi.

Lebih lanjut Susi memaparkan, dimana saja tempat terjadinya bullying, apa saja yang termasuk jenis bullying dan bagaimana statistik kasus bullying di Kabupaten Kuningan pada tahun 2022 dan 2023.

“Karena bullying ini sangat berdampak pada anak terutama pada psikologis, sosial, fisik, reproduksi, dan tumbuh kembang anak. Maka harus ada upaya-upaya pencegahan bullying yang harus dilakukan oleh anak itu sendiri, oleh pihak keluarga, oleh satuan pendidikan, dan juga oleh masyarakat,” paparnya.

Menurut Susi, pendidikan parenting itu penting dalam membentuk anak didik yang akan menjadi teladan, memberikan kasih sayang dan perhatian, menciptakan lingkungan yang positif, dan mengajari nilai-nilai moral dan etika. Karena pendidikan parenting adalah pendidikan yang memberikan pemahaman tentang cara mengasuh anak secara efektif. Oleh karena itu sekolah harus mengimplementasikan pendidikan parenting.

“Ada beberapa implementasi pendidikan parenting disekolah yaitu dengan memberikan kelas dan sosialisasi parenting kepada orang tua, dan mengintegrasikan parenting ke dalam pembelajaran. Setelah itu akan muncul indikator keberhasilan implementasi tersebut, yaitu peningkatan pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan parenting, peningkatan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak, peningkatan kualitas hubungan orang tua dan anak, kemudian berkurangnya masalah perilaku anak,” beber Susi.

Maka, sambung Susi, setelah mengimplementasikan pendidikan parenting akan diketahui bagaimana hubungan antara karakter anak dengan kecenderunga bullying, diantaranya yaitu dari agresifitas anak, egoisme anak, ketidakmampuan empati anak dan juga pola asuh.

Diakhir pemberian materi, Susi memberikan tips orang tua bahwa harus mendengarkan anak dengan empati, menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, dan mengajarkan nilai-nilai moral dan etika, kemudian tips untuk guru ialah menerapkan pendidikan karakter dalam kurikulum, menjadi panutan untuk siswa, dan membangun hubungan yang baik dengan siswa.

Acara dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab yang dilakukan oleh seluruh peserta yang hadir secara langsung dan juga daring.

Turut menghadiri secara langsung Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Kabid Pembinaan SMP Abidin, S.Pd., M.Pd., dan Kabid Pembinaan SD Rizal Arif Gunawan, SE., M.Si., beserta jajaran, Ketua MKKS SD dan SMP Kabupaten Kuningan beserta jajaran, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Garawangi Hj. Engkom Komara, M.Pd., beserta jajaran, guru dan staff TU, dan seluruh siswa SMPN 1 Garawangi. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!