banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Gagal Fokus

banner 120x600


Oleh : dr. Aher

Sore itu datang seorang pasien paska operasi di leher. Luka operasi baik, dan hasil pemeriksaan patologi anatomy nya pun ternyata hasilnya tumor jinak. Apa yang dikemukakan pasien tersebut ? Ternyata dengan keluhan di leher yang sudah 3 tahun tersebut telah banyak mengganggu aktifitasnya. Nyeri, susah menelan, sering batuk, nyeri kepala dan keluhan lainnya. Tidak salah memang, tetapi ada yang lebih disempurnakan pada pola pikir dan perspektif berpikir.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Saya tanya ke pasien tersebut. Apakah ibu masih bisa berfikir ? Masih mengenal anak dan suami ? Masih bisa berjalan ? Masih bisa bernafas ? Masih bias makan dan minum ? Masih bisa menggerakan kedua tangan ? Masih bisa tidur? Masih bisa mencium bau-bauan ? Masih bisa melihat ? Masih bisa mendengar ? Ibu tadi pun termenung.

Gambaran tersebut bukan hanya pada pasien tersebut. Tetapi terjadi pada umumnya, termasuk juga pada dokter jika sakit. He he he.

Ketika orang nyeri gigi, maka seakan gigi lah yang dia punya. Tidak ingat akan jantung yang masih berdenyut, paru paru masih berkembang, masih bisa nafas, masih bisa berfikir, masih mengenal orang, masih bisa mendengar, melihat dan seterusnya.

Lalu apa yang terjadi ? Lupa akan nikmat Allah yang sangat berlimpah dan masih dinikmati. Karena tertutup hanya karena nyeri 1 gigi ! Adilkah ? Inilah yang disebut GAGAL FOKUS !

Bagaimana tidak, nyeri hanya 1 gigi, dan gigi itu diciptakan sejak puluhan tahun dan baru nyeri beberapa hari menutup untuk bersyukur ? Lebih banyak nyerinya atau sehatnya ?

Inilah salah satu yang menutup nikmat Allah dan membukakan pintu azab. Jika dibalik perspektifnya maka kita akan banyak dan banyak bersyukur. Nikamat Allah sangat berlimpah dibanding nyeri sebuah gigi.

Jadi ketika sakit, kita ubah perspektif berpikir kita. Jangan hanya fokus kepada yang sakit, syukuri limpahan nikmat sehat pada puluhan organ yang sehat. Syukuri bagaimana Allah memelihara tubuh yang demikian rumit tanpa kita minta dan tanpa kita tahu. Syukuri waktu sehat ternyata lebih lama daripada waktu sakit. Syukuri ternyata masih banyak di sekitar kita, keluarga kita yang masih sehat. Kita baru fokus kepada yang sakit saat kita ikhtiar untuk berobat.

Sangat mungkin dengan rasa syukur yang terus terucap dari lisan dan tercurah dari hati, maka Allah akan memberi tambahan limpahan nikmat dan salah satunya adalah nikmat kesembuhan.

Sebanyak 31 kali Allah meningatkan kita di surat Ar Rahmaan
“Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan ?”
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” QS Ibrahim : 34
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas

Tiada hari tanpa syukur, selalu ada syukur dalam kejadian apapun.


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!