Bingkaiwarta, JOHANNESBURG – Delegasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) yang dipimpin oleh Hakim Konstitusi Arsul Sani hadir dalam J20 Summit, rangkaian kegiatan Group of Twenty (G20) Summit 2025 yang berlangsung di Sandton, Johannesburg, Afrika Selatan pada 2–5 September 2025.
Forum internasional ini mengusung tema “Justice in a Time of Change: Independence, Innovation and Co-operation” dan mempertemukan para ketua mahkamah konstitusi dan mahkamah agung dari negara-negara anggota G20. J20 menjadi wadah penting untuk membahas tantangan global yang dihadapi lembaga peradilan, mulai dari intervensi politik, krisis konstitusi, hingga isu perubahan iklim dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem hukum.
Pada sesi pleno pembukaan bertajuk “Advancing Judicial Independence and Accountability”, para peserta menyoroti urgensi menjaga independensi lembaga peradilan dari tekanan politik sekaligus memperkuat akuntabilitas di tengah krisis demokrasi. Diskusi kemudian berlanjut ke empat topik utama:
1. Advancing Judicial Independence and Accountability
2. Balancing Artificial Intelligence Innovation with Fundamental Freedoms in Judicial Systems
3. Climate Change Justice through Judicial Collaboration
4. Combating Cybercrime: Strengthening Crossborder Judicial Cooperation
Dalam sesi ketiga bertema “Climate Change Justice through Judicial Collaboration”, Hakim Konstitusi Arsul Sani didaulat menjadi salah satu pembicara. Ia menyampaikan perspektif Indonesia mengenai keadilan iklim.
“Indonesia merasakan langsung dampak perubahan iklim, mulai dari peningkatan suhu udara hingga kenaikan permukaan laut. Perubahan iklim adalah masalah global yang membutuhkan kerja sama lintas negara dan lintas lembaga,” tegas Arsul.
Ia menambahkan bahwa keadilan iklim tidak akan tercapai jika beban ditanggung secara tidak adil, terutama bagi kelompok rentan. “Kolaborasi yudisial menjadi suatu keniscayaan. J20 Summit di Johannesburg ini bisa menjadi tonggak bersejarah dalam mendorong kerja sama peradilan global untuk memajukan keadilan iklim demi generasi kini dan mendatang,” ujarnya.
Selain isu iklim, forum ini juga membahas pemanfaatan AI dalam sistem hukum serta kolaborasi lintas batas dalam memerangi kejahatan siber. Diskusi dipimpin delegasi dari Brasil, Arab Saudi, Mozambik, Australia, Prancis, serta perwakilan UNESCO.
Keterlibatan MKRI dalam J20 Summit diharapkan membawa dampak positif bagi sistem peradilan Indonesia. Melalui dialog global ini, pengalaman serta solusi yang dihasilkan dapat diadopsi untuk memperkuat demokrasi, konstitusi, dan supremasi hukum di tanah air. (ARL/hms)














