banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Perceraian Meningkat Pasca Pandemi: Bukti Bahwa Pertumbuhan Ekonomi Tidak Dirasakan di Level Keluarga

banner 120x600

Oleh: Achmad Nur Hidayat | Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Ekonom & CEO Narasi Institute

Pasca pandemi, Indonesia menghadapi sebuah paradoks: perekonomian bangkit, namun angka perceraian meroket. Fenomena ini menyoroti sebuah kontras antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan hubungan rumah tangga. Walaupun ekonomi memperlihatkan pemulihan, bukan berarti semua keluarga merasakan keberuntungannya.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Statistik 2022 menggambarkan gambaran yang mengerikan: 516.344 perceraian, naik 15% dari 447.743 kasus pada 2021. Satu dari empat perceraian disebabkan oleh isu-isu keuangan. Angka ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya memberikan manfaat untuk semua.

Tekanan ekonomi yang terus berlarut-larut memicu konflik dalam keluarga. Kesenjangan ekonomi yang jelas antara berbagai kelompok masyarakat memperparah situasi ini. Meski ekonomi nasional menunjukkan potensi pertumbuhan, banyak keluarga yang masih merasakan ketidakstabilan ekonomi.

Tantangan ekonomi yang dialami rumah tangga hanya sebagian dari masalahnya. Perubahan sosial, termasuk penelantaran, kekerasan dalam rumah tangga, dan poligami, menandai keretakan dalam norma-norma sosial kita. Akses mudah ke media sosial dan informasi seringkali mempengaruhi persepsi masyarakat tentang pernikahan dan komitmen.

Tokoh masyarakat dan media sosial, dengan pengaruhnya yang besar, seringkali mempengaruhi norma sosial. Bila tokoh publik memilih bercerai, hal ini bisa memberikan pesan bahwa perceraian adalah pilihan yang normal dan dapat diterima. Sementara itu, kehidupan pribadi yang sering diumbar di media sosial memberikan tekanan tambahan terhadap institusi pernikahan.

Inti dari fenomena ini adalah adanya ketidakseimbangan besar dalam struktur ekonomi dan sosial kita. Meski ada pemulihan ekonomi, perubahan sosial yang cepat akibat teknologi dan informasi menambah kompleksitas tantangan dalam mempertahankan hubungan dan nilai-nilai tradisional kita.

Solusinya bukan hanya terletak pada individu, tapi juga pada kebutuhan untuk pembaruan di sektor ekonomi dan transformasi sosial.


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!