banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Tim PkM Uniku Tingkatkan Pelayanan Posyandu Desa Muncangela Melalui Digitalisasi Pelayanan

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Kuningan (Uniku) melaksanakan program pengabdian yang bertemakan “Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat melalui Penerapan Sistem Informasi Posyandu Berbasis Web di Desa Muncangela”.

banner 728x250

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh tiga dosen Uniku, yaitu Dede Husen, M.Kom., selaku Ketua Pelaksana, serta Rio Andriyat Krisdiawan, M.Kom., dan Nida Amalia Asikin, M.Pd., sebagai anggota tim pelaksana.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen turut didukung oleh sejumlah mahasiswa yang berperan aktif dalam berbagai tahapan kegiatan. Mitra kegiatan meliputi kader Posyandu Desa Muncangela, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Muncangela, jajaran staf desa, serta partisipasi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan PkM ini, diselenggarakan di Balai Desa Muncangela serta Puskesmas Pembantu (Pustu) Muncangela dengan mencakup beberapa tahapan penting, dimulai dari koordinasi awal dengan mitra, dilanjutkan dengan sosialisasi program kepada masyarakat, Focus Group Discsuccussion (FGD), serta penyuluhan dan pelatihan mengenai penggunaan sistem informasi posyandu berbasis web.

Kepala Desa Muncangela, menyampaikan, apresiasi dan rasa syukur atas terlaksananya program ini. Menurutnya, kehadiran aplikasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Desa Muncangela, khususnya dalam pengelolaan data kesehatan balita, remaja, dan lansia, sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dapat semakin meningkat.

“Kami berharap agar aplikasi tersebut dapat memberi manfaat tidak hanya bagi masyarakat Desa Muncangela itu sendiri. Tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kuningan secara luas, bahkan menjadi contoh bagi daerah lainnya,” ungkap Kepala Desa.

Sementara itu, Ketua tim Dede Husen, menjelaskan, bahwa program berawal dari hasil observasi lapangan. Tim menemukan bahwa proses pencatatan data posyandu masih dilakukan secara manual, sehingga rawan hilang, berulang, dan menyulitkan proses rekapitulasi.

”Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim merancang sebuah aplikasi sistem informasi posyandu berbasis website dengan nama siposyandu.com. Melalui aplikasi ini, pencatatan, perekapan, hingga pelaporan data posyandu dapat dilakukan secara digital, bahkan dilengkapi dengan data statistik yang membantu pihak terkait dalam mengambil keputusan,” jelas Dede.

Lebih lanjut, Dede menerangkan, bahwa keberadaan sistem informasi posyandu berbasis web ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan pemantauan status gizi masyarakat.

”Dengan pencatatan data balita, Ibu hamil, serta kelompok rentan kesehatan yang lebih terstruktur dan akurat, kader posyandu maupun tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi dini terhadap indikasi masalah gizi. Hal ini memungkinkan tindak lanjut yang lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan,” terangnya.

Dede menambahkan, setelah aplikasi selesai dikembangkan dan siap digunakan, tim PKM kemudian melaksanakan pelatihan penggunaan sistem informasi posyandu berbasis web pada Selasa, 26 Agustus 2025 kemarin.

”Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kader posyandu, staf desa, bidan desa, serta perwakilan Puskesmas Cipicung memahami secara langsung fitur-fitur yang dapat mendukung pencatatan kesehatan, pemantauan gizi, hingga upaya pencegahan stunting. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, tercermin dari keaktifan mereka selama sesi praktik, sekaligus berbagai masukan konstruktif yang disampaikan untuk penyempurnaan aplikasi di masa mendatang,” paparnya.

Ia melanjutkan, bahwa seluruh program PkM ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek.

“Kami bersyukur proposal yang diajukan bisa lolos setelah melalui proses seleksi yang ketat dan bersaing dengan ribuan proposal dari perguruan tinggi di Indonesia,” tambahnya.

Tim PkM Uniku, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Kuningan, serta Pemerintah Desa Muncangela atas dukungan, fasilitasi, dan kolaborasi yang telah diberikan.

”Berkat sinergi dan kerja sama dari seluruh pihak, program ini dapat terlaksana dengan baik dan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan adanya program digitalisasi ini, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Muncangela semakin efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas layanan posyandu berbasis teknologi,” pungkasnya. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan