banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Titik 0 KM Langkah Awal GARDU Menuju Sukses

  • Bagikan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Kabupaten Kuningan memiliki banyak potensi kekayaan alam yang belum tergali maksimal, salah satunya adalah Madu. Dengan vegetasi yang melimpah, Kuningan dapat menghasilkan madu yang berkualitas.

Hal tersebut dilihat oleh Paguyuban Saudagar Madu Indonesia (GARDU Indonesia) yang melakukan deklarasi di depan Tugu Titik 0 KM, Minggu (14/11/2021) pukul 08.00 WIB untuk menjadikan madu asal Kabupaten Kuningan dikenal baik skala nasional maupun internasional.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Dipilihnya Tugu Titik 0 KM Kuningan sebagai simbol awal perjuangan GARDU Indonesia dari nol menuju sukses dalam menjadikan madu asli Kuningan lebih dikenal, juga sebagai potensi yang dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan alam yang melimpah, ini sebuah potensi yang harus kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat banyak tanpa merusaknya, salahsatu yang dapat dihasilkan adalah madu,” ungkap Muhammad Yusuf, Ketua Gardu Indonesia.

Madu asal Kuningan sangat beragam, kata Yusuf, baik dari jenis lebah bersengat seperti Apis Dorsata atau dalam bahas Sunda disebut Odeng, Apis Cerana atau nyiruan dan lebah tanpa sengat yakni Trigona atau Teuweul yang dibagi lagi menjadi beberapa jenis yang merupakan endemik asli Kabupaten Kuningan.

“Selain jenis lebah yang beragam, nektar yang dihasilkan vegetasi yang disediakan alam Kuningan juga sangat melimpah dan bermacam-macam sehingga menghasilkan madu asli yang beragam warna dan rasa,” imbuhnya.

Saat ini, kata Yusuf, sudah banyak pemungut madu atau yang biasa disebut pembolang, maupun petani lebah di Kabupaten Kuningan yang sudah sejak lama menghasilkan produk madu asli, namun masih dalam skala kecil dan cara tradisional, serta belum termenej dengan maksimal.

Atas dasar itu, terbentuknya Gardu Indonesia adalah, selain akan mengembangkan budidaya anggota GARDU Indonesia, juga untuk merangkul para petani dan pembolang untuk bersinergi.

Meskipun Gardu Indonesia konsep utamanya berada digaris depan yakni bidang pemasaran, namun juga harus berperan aktif membantu mensejahterakan petani dan pembolang sebagai penyedia bahan baku.

“Sebagai mana isi deklarasi yang kami bacakan tadi yakni, membangun indrustri perlebahan madu dalam upaya peningkatan kwalitas produk dan kemasan yang berskala industri besar agar dapat bersaing dengan produk import,” ujarnya.

Selain itu, Gardu Indonesia juga akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama mewujudkan visi-misi yang berakar pada ekonomi kerakyatan untuk mencapai kesejahteraan.

Bak gayung bersambut, dalam sambutannya saat menghadiri deklarasi tersebut, Bupati Kuningan Acep Purnama mendukung penuh terhadap maksud dan tujuan GARDU Indonesia.

“Semua potensi di Kuningan, juga pengembangan madu ini bisa dikembangkan dan diolah. Saya, dalam hal ini Pemerintah Daerah Kuningan akan mendukung penuh dengan berbagai kebijakan yang bisa kami keluarkan,” ungkap Acep.

Acep juga berharap Kuningan sebagai daerah penghasil madu yang berkualitas dan terkenal, dengan produksi madu yang tidak akan kalah oleh madu yang diproduksi di daerah-daerah lain.

“Selamat untuk GRADU Indonesia, tetap semangat. Kalau bukan oleh kita, oleh siapa lagi. Kita yang tahu dan mau harus menjadi garda terdepan terkait dengan olahan madu yang akan kita pasarkan,” ungkapnya. (Abel Kiranti)


banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!