banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

305 Ekor Ikan Dewa Mati di Balong Keramat Cigugur, Bupati Kuningan: Tangani Secara Terukur Berbasis Data

Bingkaiwarta, CIGUGUR – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, memastikan penanganan kematian massal ikan dewa (ikan keramat) di Balong Keramat Cigugur dilakukan secara terukur, berbasis data, dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Rabu (4/2/2026).

Penanganan fenomena ini ditegaskan penting dilakukan secara serius, strategis, komprehensif, dan terukur dalam pertemuan bersama Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PDAM, PDAU, TNGC, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, serta pihak lokal dan tokoh masyarakat.

banner 728x250

“Kita bertindak berdasarkan data yang akurat, bukan asumsi. Pertemuan hari ini harus menghasilkan tindakan nyata,” tegas Bupati Dian didampingi Sekda.

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan Dr. A. Taufik Rohman, menyampaikan bahwa kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh, dengan jumlah ikan mati mencapai sekitar 305 ekor. Gejala yang ditemukan antara lain ikan lemas, luka kemerahan pada tubuh, insang pucat hingga memutih, sisik mudah terlepas, serta infestasi cacing jangkar.

Sebagai langkah awal, pihak terkait telah melakukan pengangkatan dan pemusnahan ikan mati secara aman, isolasi ikan sakit, stabilisasi kualitas air, pemberian garam krosok dan daun kipahit, serta pompanisasi untuk membantu sirkulasi air. Rekomendasi lanjutan meliputi pengurasan kolam, perbaikan inlet dan outlet air, pemantauan kualitas air rutin, serta pembangunan kolam karantina.

Perwakilan Balai Karantina Jabar, Hari, menyatakan kondisi ini perlu diposisikan sebagai situasi gawat darurat dan sampel ikan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium dengan waktu maksimal tiga hari, dengan harapan negatif dari penyakit karantina.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cigugur Aang menyampaikan dugaan kematian ikan berkaitan dengan gangguan ekosistem akibat pendangkalan, terganggunya sirkulasi air, dan penutupan sumur alami. “Masyarakat berharap Balong Keramat dikembalikan ke fungsi alaminya dan pemulihan dilakukan dengan melibatkan warga,” ujarnya. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan