banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kenali Keinginan Konsumen, Wahyu Ajak KWT untuk Tingkatkan Pemasaran Produk Pertanian

Bingkaiwarta, CILIMUS – Dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan perekonomian daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menggelar Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Hasil Pertanian (Urban Farming). Memasuki hari kedua, Rabu (4/12/2024), kegiatan pelatihan dilaksanakan di UPTD Diskatan Mandirancan dan Cilimus .

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan tentang Strategi Pemasaran Produk. Dalam paparannya, Wahyu mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memahami kebutuhan konsumen serta menerapkan strategi pemasaran yang efektif.

banner 728x250

“Memahami keinginan konsumen adalah kunci keberhasilan dalam memasarkan produk pertanian. Dengan mengenali kebutuhan pasar, KWT dapat mengembangkan produk yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar lokal maupun digital. Jadi pertanian modern tidak hanya soal memproduksi, tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan pasar. Jadi kita harus mengenali preferensi konsumen,” terangnya.

Lebih lanjut Wahyu menyampaikan beberapa strategi utama dalam pemasaran produk pertanian. Branding dan pengemasan produk, diversifikasi produk, pemasaran digital/pemanfaatan platform digital/e-commerce, kolaborasi dengan influencer, kemudian pemasaran berbasis komunitas. Menurut Wahyu, pendekatan komunitas, seperti promosi langsung kepada konsumen melalui pameran lokal atau bazar, dapat memperkenalkan produk KWT secara langsung kepada masyarakat.

Pelatihan urban farming ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dalam mengelola lahan pertanian perkotaan yang efisien dan produktif. Para peserta juga diberikan wawasan mengenai strategi pemasaran produk, termasuk cara memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Di akhir paparannya, Kadis Katan tersebut berharap melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai salah satu motor penggerak pertanian di Kabupaten Kuningan diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapatkan dari pelatihan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap KWT tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mampu memasarkan produknya secara profesional. Dengan cara ini, pendapatan mereka dapat meningkat, dan produk pertanian dari Kuningan semakin dikenal luas,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, peserta pelatihan diberikan pengetahuan praktik pengolahan pangan pertanian seperti pembuatan ice cream dengan bahan baku dari daun kelor dan mangga serta olahan pangan lainnya. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan