Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pengurus Persatuan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Kuningan periode 2024-2029, telah resmi dilantik di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Senin (9/12/2024).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah mengucapkan selamat kepada pengurus baru Perhiptani yang telah dilantik.
“Kepada ketua dan pengurus Perhiptani yang telah dilantik, saya ucapkan selamat bertugas dan kuatkan kerja sama internal dan terus menjaga kondusifitas dan koordinasi dengan instansi pemerintah. Jadikan organisasi ini sebagai mitra pemerintah daerah dalam pengembangan pertanian berbasis teknologi, peningkatan kapasitas penyuluh, serta penguatan sinergi dengan para petani” ucap Wahyu.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Kuningan. Ia juga mengapresiasi kinerja para penyuluh yang telah berkontribusi dalam mengatasi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan kebutuhan akan inovasi pertanian berkelanjutan.
“Perhiptani memiliki peran strategis sebagai motor penggerak transformasi pertanian di daerah kita. Saya berharap kepengurusan baru ini mampu menghadirkan solusi inovatif dan kolaboratif untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung kedaulatan pangan daerah,” ungkapnya.
Dengan dilantiknya pengurus baru, Perhiptani Kabupaten Kuningan diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Ketua Perhiptani periode 2024 – 2029 Deni Pringadi, mengajak kepada jajaran kepengurusan baru Perhiptani untuk mewujudkan kerja sama dan tetap mempertahankan kolaborasi yang telah berjalan selama ini.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Kuningan Saw Tresna Septiani, yang hadir dalam pelantikan tersebut, mengatakan penyuluh sebagai ujung tombak dan mitra petani dituntut harus mengembangkan teknik dan hasil pertanian yang lebih baik ditengah tantangan serta keterbatasan.
Saw Tresna menekankan kepada para penyuluh pertanian agar meningkatkan kualitasnya dari segi teknologi informasi di tengah teknologi SI dan IOT. Tidak hanya itu saja pihaknya juga menyampaikan agar para petani di Kabupaten Kuningan diberikan pembinaan dan pendampingan dari penyuluh.
“Tingkatkan sinergitas dengan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, yang diharapkan bisa memberikan kebijakan yang selaras dengan keperluan penyuluh dan petani di lapangan. Wujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Dan untuk organisasi Perhiptani, penguatan internal organisasi karena organisasi ini berkewajiban untuk menyejahterakan para penyuluh pertanian” pungkas Saw Tresna. (Abel)














