Oleh : Lia Awaliyah (Mahasiswi Majalengka)
Idul Fitri merupakan salah satu hari raya umat Islam di seluruh dunia. Idul Fitri memiliki makna kemenangan, dimana umat Islam pada satu bulan sebelumnya yaitu Ramadhan telah berhasil menang atas hawa nafsu nya. Segala hal-hal yang Allah halal kan pada bulan ini dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari sebagai bentuk ketaatan tidak di kerjakan. Seluruh umat muslim bersuka cita menyambut datang nya idul fitri ini karena pada momentum ini sanak saudara berkumpul, makan bersama dan bermaaf-maafan seperti tradisi di Indonesia.
Namun, kebahagian ini belum di rasakan sepenuh nya oleh umat muslim di seluruh dunia terutama Palestina. Tahun ini menjadi tahun ke-2 bagi saudara-saudara di Palestina berhadapan dengan para penjajah yang kejam dan semakin brutal (m.antaranews.com 30/3/2025). Setiap bentuk kekejaman nya tidak memiliki belas kasihan, semua fasilitas baik tempat tinggal, peribadahan dan pendidikan di hancurkan, tak mengenal usia bayi sampai tua renta di tembak, bahkan mereka harus meninggalkan tanah kelahirnya, terkatung-katung di lautan lepas yang tidak tau kapan ini akan berkahir. Bahkan terhitung sejak Israel melanggar genjata senjata itu, mereka sudah membunuh lebih dari 900 orang penduduk Gaza-Palestina. Dan mereka membunuh warga setiap 45 menit sekali dengan rata-rata 30 anak-anak akan meninggal dunia setiap harinya (www.tempo.co 30/3/2025).
Mengapa ini bisa terjadi? Kemana umat muslim di dunia? Para pemimpin yang katanya pendudukan nya mayoritas muslim dimana sekarang?
Kondisi Palestina yang semakin memprihatinkan, sudah seharusnya membuka mata dan hati manusia pada umumnya dan umat Islam khususnya, bahwa sistem saat ini yaitu sekuler kapitalisme yang digunakan oleh setiap negara menandakan kegagalannya. Tidak layak untuk di jadikan sebuah rujukan dan sandaran kehidupan manusia dalam membangun peradaban. Mereka yang mempunyai kuasa maka merekalah yang punya hak atas segala nya. Israel yang ditunggangi oleh Amerika Serikat yang kita lihat sendiri memiliki posisi sangat penting di PBB. Meskipun seluruh dunia menolak genosida ini, jika Amerika Serikat setuju maka suara semua negara yang menolak hanyalah seperti buih di lautan tak memiliki makna apapun.
Melihat realitas ini, kita tidak bisa hanya berdiam diri saja. Sudah saat nya kita tunjukan persatuan umat. Sudah saat nya umat muslim di seluruh penjuru dunia bangun dari tidur panjang nya. Satu-satu nya solusi konkret untuk menyelesaikan permaslahan genosida di Palestina dan masalah-masalah umat muslim saat ini adalah perubahan sistem sekuler kapitalisme menjadi sistem Islam. Dari sisi keimanan, Islam adalah sistem shahih dari Allah Swt. dari sisi sejarah, penerapan Islam sudah terbukti pada masa kekhalifahan saat itu mampu menguasai 2/3 dunia sampai pada titik menghantarkan pada peradaban yang gemilang dengan kemajuan luar biasa. Bukti konkret ini sudah seharusnya menjadi keyakinan dan kekuatan umat bahwasanya fajar kemenangan Islam akan kembali dirasakan. Untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, ridha Allah umat Islam butuh tegaknya Khilafah di muka bumi ini. Oleh karena itu, umat harus berjuang untuk tegaknya khilafah. Umat Muslim saat ini harus bergabung dengan jamaah dakwah yang membangun kesadaran umat untuk berjuang menegakkan kembali khilafah dan penerapan aturan Allah secara kaffah. Dan hal ini harus menjadi agenda utama dalam perjuangan dakwah umat Muslim.
