banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

BKSDA Turun Tangan Evakuasi Macan Tutul Di Kuningan, Bupati : Akan Dipulihkan dan Dilepasliarkan

 

Bingkaiwarta, MALEBER – Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, digegerkan dengan kemunculan seekor macan tutul di bekas gedung Balai Desa, Selasa (26/8/2025). Hewan liar berstatus dilindungi itu sempat membuat panik warga sebelum akhirnya berhasil diamankan.

banner 728x250

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, yang meninjau langsung lokasi menyampaikan bahwa macan tutul jantan berusia sekitar tiga tahun tersebut kini dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah macan tutulnya sudah berhasil diamankan. Rencananya akan dibawa ke lembaga konservasi mitra BKSDA di Bandung untuk dipulihkan kesehatannya. Setelah itu, sekitar satu bulan lagi akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” ujar Bupati.

Bupati juga mengaitkan kejadian ini dengan keresahan warga atas kasus kematian ternak beberapa waktu terakhir. Sedikitnya 106 ekor kambing dan domba di Kecamatan Hantara dan Japara dilaporkan mati akibat serangan hewan liar.

“Saya sudah memerintahkan BPBD dan berkoordinasi dengan BPKAD untuk memberikan bantuan bagi peternak terdampak,” tegasnya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan agar rantai makanan satwa liar tidak terganggu.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan kronologi kemunculan macan tutul itu. Menurutnya, hewan tersebut pertama kali terlihat Senin malam oleh seorang pekerja bangunan yang hendak mengambil perkakas.

“Awalnya pekerja kaget lalu lari, sedangkan macan masuk lebih dalam ke ruangan bekas Balai Desa hingga akhirnya terjebak di sana,” kata Arga.

Proses evakuasi melibatkan Damkar, BPBD, kepolisian, TNI, hingga warga setempat. Namun penanganan baru bisa dilakukan setelah tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat tiba dengan peralatan bius.

Saat ini, macan tutul tersebut telah diamankan di kandang pengaman milik BKSDA. Berdasarkan keterangan awal, hewan itu diduga tersesat dari kawasan Bukit Barisan karena kehilangan sumber makanan di habitat alaminya. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan