Bingkaiwarta, CIAWIGEBANG – Seorang warga Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, merasa kecewa atas pelayanan petugas Rumah Sakit Mitra Husada Ciawigebang. Hal tersebut Ia rasakan saat membawa ibunya ke rumah sakit tersebut.
H. Abdul menceritakan pengalamannya ini kepada bingkaiwarta.co.id, Sabtu (4/10/2025). Ia mengaku sudah menginformasikan status BPJS ibunya sejak awal di IGD. Namun, setelah serangkaian pemeriksaan, petugas justru menyatakan tidak ada kamar yang tersedia.
“Karena penasaran, saya mengecek langsung ke ruangan pasien. Ternyata ada beberapa ruangan yang kosong. Di situ saya merasa sangat kecewa dan sakit hati,” ujarnya.
Kekecewaan Abdul tidak hanya soal ketersediaan kamar. Ia juga menyoroti sikap petugas rumah sakit yang dinilai tidak ramah dan kurang informatif.
“Bahkan di ruang pendaftaran, petugasnya asyik bercermin setiap menit. Bersolek terus dengan ekspresi yang dingin, jauh dari pelayanan yang baik, ramah, permintaan maaf terhadap keluarga pasien, dan sebagainya,” ungkapnya dengan nada kesal.
Lebih lanjut, Abdul menyayangkan petugas tidak memberikan informasi mengenai hak-hak pasien BPJS serta enggan memberikan rujukan ke rumah sakit lain. Ia bahkan memiliki bukti foto kamar kosong yang ia dokumentasikan.
“Bagaimana masyarakat tahu kebenaran informasi rumah sakit tentang tersedia atau tidak tersedianya kamar untuk pasien BPJS? apakah itu hak privacy rumah sakit kah? Lalu sampai kapan bisa transparansi nya layanan rumah sakit untuk pasien BPJS ?” ucapnya penuh tanya.
Abdul menegaskan bahwa penanganan pasien BPJS di Rumah Sakit Mitra Husada sangat mengecewakan, padahal ia selalu membayar iuran BPJS setiap bulan.
“Kami meminta pertanggungjawaban pihak BPJS. Kenapa pasien BPJS yang nyata-nyata membayar iuran, tetapi fakta di lapangan pelayanan dari rumah sakitnya masih banyak yang tidak nyaman melayani pasien BPJS,” tandasnya.
Kasus ini menjadi sorotan dan memicu pertanyaan tentang komitmen rumah sakit terhadap pelayanan pasien BPJS. (Abel)














