Bingkaiwarta, KUNINGAN – Muhammad Althafaridzki (7) yang akrab disapa Altaf, putra pasangan Iing Hilman Farihin dan Ugih Ugiarti dari Perumahan Alam Asri, Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya, ditemukan meninggal dunia setelah terseret derasnya arus saluran air (gorong-gorong) sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer, sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan bahwa Altaf terbawa arus saat tengah bermain bola bersama teman-temannya di tengah hujan deras.
“Korban beserta teman-temannya sedang bermain bola sambil hujan-hujanan, bola masuk ke saluran air, korban berniat mengambil bola namun terjatuh dan terbawa arus air yang terus deras,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, pihak BPBD segera berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, TNI, dan Polri untuk melakukan upaya pencarian. Pencarian dimulai dari titik awal kejadian dan melanjutkan menelusuri ruas saluran gorong-gorong.
“Sekitar pukul 15.30 WIB korban dapat kami temukan di saluran air wilayah Desa Padarek. Kondisinya telah meninggal dunia dengan luka di kepala, mulut, dan lebam di bagian belakang tubuh, kemungkinan akibat benturan saat terbawa arus yang cepat dan jarak yang cukup jauh,” jelas Indra Bayu.
Keluarga dan kerabat korban saat ini masih dalam keadaan duka, dan pihak berwenang terus memberikan dukungan yang diperlukan. (Abel)














