banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kuningan Lepas Beban Tunda Bayar, Siap Maju dengan APBD 2026 yang Realistis

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pada awal masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, kondisi keuangan daerah yang tertekan serta beban tunda bayar dengan nilai signifikan membuat banyak kalangan meragukan arah pembangunan. Namun, setelah lebih dari 10 bulan berjalan, suasana pesimis itu bertransformasi menjadi keyakinan bahwa daerah ini mampu bangkit dan berkembang. Hal ini ditegaskan secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, U Kusmana, dihadapan awak media, Rabu (31/12/2025) sore.

Menurut Sekda, kepemimpinan daerah saat ini menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan perbaikan di tengah keterbatasan fiskal. “Sejak awal memang tantangannya luar biasa berat, terutama terkait tunda bayar yang besar. Tapi semua langkah kami kaji secara seksama agar kondisi daerah semakin baik,” ujarnya.

banner 728x250

Ia mengakui bahwa kepercayaan publik pada fase awal belum sepenuhnya terbentuk. Namun, kinerja birokrasi secara bertahap mulai memberikan hasil positif. “Warga mungkin belum sepenuhnya yakin di awal, tapi kini kami sedikit demi sedikit bisa membuktikan kemampuan kami, meskipun kondisi fiskal sangat terbatas,” jelasnya.

Pengalaman panjang Bupati di lingkup birokrasi menjadi modal penting dalam memahami persoalan dan menetapkan strategi pembangunan. Visi ke depan diarahkan agar Kuningan memiliki daya saing yang tinggi. “Dalam waktu 10 bulan, beliau telah melakukan berbagai upaya penting. Meskipun fiskal terbatas, kami berhasil mengubah suasana dari pesimis menjadi optimis. Beliau tidak pernah menyerah di tengah tantangan,” tegasnya.

Berbagai capaian pembangunan tetap terlaksana tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Puluhan rumah tidak layak huni dibangun melalui program pusat, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kegiatan dan fasilitas strategis seperti pembangunan masjid di Pendopo, penyelenggaraan Tour de Linggarjati, hingga pengembangan sepak bola daerah juga tidak bersumber dari APBD.

“Saat ini rasa optimisme sudah terbukti nyata. Jam 15.00 WIB hari ini, seluruh kewajiban tunda bayar di semua Seksi Daerah (SKPD) telah selesai dibayarkan,” ungkapnya dengan bangga.

Dukungan dari pemerintah pusat juga terus datang. Kementerian Pertanian RI bahkan akan menyalurkan anggaran hampir Rp10 miliar untuk Kabupaten Kuningan, sementara berbagai program desa juga terus masuk untuk memperkuat pembangunan di tingkat bawah.

Untuk tahun depan, Pemkab Kuningan memastikan perencanaan APBD 2026 disusun secara realistis dan terukur. “APBD tahun depan dirancang berdasarkan kajian matang, tidak dibuat secara dramatis atau berlebihan. Target kami, tahun 2026 tidak akan ada lagi tunda bayar sama sekali,” jelasnya.

Sekda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pemerintahan agar selalu berpihak pada kepentingan rakyat. “Kami yakin, tahun 2027 Kuningan akan benar-benar bangkit. Bahkan mulai tahun 2026, kami akan mampu melakukan lebih banyak hal dibanding tahun ini. Sepuluh program unggulan akan menjadi prioritas, dengan target pendapatan daerah yang meningkat setiap tahun,” ujarnya.

Sebagai tambahan, pada tahun 2025 hampir Rp60 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, sebagian di antaranya bersumber dari Otonomi Khusus Pendapatan (Opsen) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). “Sekali lagi, kami telah bergerak dari rasa pesimis menuju optimisme untuk membangun Kuningan yang lebih baik,” pungkas Sekda. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan