banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Pariwisata Kuningan Berpotensi Besar, HMI: Harus Ada Reformasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Kabupaten Kuningan menyimpan potensi pariwisata yang sangat menjanjikan, didukung oleh kondisi alam pegunungan dengan suasana sejuk yang menjadi daya tarik bagi masyarakat perkotaan yang ingin mencari pelarian dari kesibukan dan kejenuhan kehidupan kota. Namun demikian, potensi tersebut hingga saat ini belum mampu memberikan manfaat yang merata dan maksimal bagi daerah serta seluruh lapisan masyarakatnya.

Hal ini disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Harits, yang menegaskan bahwa tren meningkatnya minat masyarakat kota untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari perlu menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan dan para pengelola wisata. Menurutnya, saat ini, pariwisata Kuningan belum memiliki identitas atau pengalaman berwisata yang mampu meninggalkan kesan mendalam di hati pelancong. Padahal, meskipun memiliki beragam objek wisata menarik, kesan positif serta testimoni dari pengunjung belum dapat terbentuk secara luas dan berkelanjutan.

banner 728x250

Beberapa hambatan utama juga dihadapi dalam pengelolaan dan penciptaan pengalaman berkualitas bagi wisatawan. Di antaranya adalah tarif masuk yang terkesan lebih tinggi jika dibandingkan dengan destinasi wisata sejenis seperti Yogyakarta atau Pangandaran. “Selain itu, sistem tiket yang diterapkan secara terpisah bahkan dalam satu kawasan wisata yang sama – contohnya di kawasan wisata Palutungan – juga menjadi faktor yang mengurangi kepuasan pengunjung,” ungkap Naufal, Senin (12/1/2026).

Selain masalah tata kelola, ekosistem pariwisata di Kuningan juga belum memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak. Pemberdayaan masyarakat lokal hingga saat ini masih terbatas pada penyediaan pekerjaan biasa, belum sampai pada tahap pengembangan kreativitas maupun usaha mandiri yang dapat benar-benar meningkatkan taraf ekonomi mereka.

Kondisi ini, sambung Naufal, membuat sebagian besar warga sekitar kawasan wisata tidak dapat terlibat secara langsung dalam pengelolaan, bahkan mereka pun seringkali menghadapi kendala akses ke kawasan wisata akibat adanya biaya tiket yang harus dikeluarkan.

“Dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga masih belum optimal, mengingat sektor pariwisata saat ini hanya bergantung pada pemasukan dari pajak usaha dan retribusi parkir. Potensi ekonomi yang lebih luas dari sektor ini belum digali secara maksimal untuk mendukung keuangan daerah, sementara ekosistem bisnis yang ada cenderung hanya memberikan keuntungan bagi sebagian pengusaha dan pemerintah, bukan masyarakat lokal secara keseluruhan. Belum pula terbentuk ekosistem bisnis lokal yang mampu tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan industri pariwisata itu sendiri,” paparnya.

Di masa mendatang, penurunan dana transfer dari pusat sebesar Rp111,4 miliar pada Tahun Anggaran 2026 harus dijadikan momentum bagi reformasi struktural fiskal daerah. Dalam hal ini, sektor pariwisata perlu didorong secara maksimal untuk menjadi pilar PAD alternatif yang handal dan dapat dipercaya. Reformasi tersebut harus diimbangi dengan efisiensi birokrasi yang tepat guna, di mana penghematan anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Sehingga pemerintah dapat bekerja lebih efektif sambil tetap menjamin kesejahteraan dan akses masyarakat terhadap pembangunan.

HMI Cabang Kuningan juga menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di masa depan harus selalu mengedepankan dua prinsip utama: ramah lingkungan dan inklusif. “Pengembangan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kelestarian ekosistem hutan dan alam lainnya. Selain itu, perlu dibuat kebijakan yang memastikan adanya ruang khusus bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di setiap kawasan wisata,” ujarnya.

Sebagai kesimpulan, HMI Cabang Kuningan dengan tegas mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan pariwisata Kuningan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pariwisata bukan sekadar menjadi tempat untuk berlibur, melainkan harus berperan sebagai alat yang efektif untuk menyebarkan kemakmuran kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan,” pungkas Naufal. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan