Bingkaiwarta, CIDAHU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak di enam titik lokasi pada Jumat (23/01/2026). Langkah proaktif ini merupakan respons langsung atas aduan dan permintaan masyarakat tani yang mengalami gangguan OPT pada tanaman padi, sekaligus upaya strategis untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan daerah.
Salah satu titik prioritas pelaksanaan Gerdal OPT dipimpin langsung oleh Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, yang fokus pada pengendalian penyakit Bacterial Leaf Blight (BLB) atau hawar daun bakteri seluas 15 hektare. Kegiatan ini berlangsung di areal persawahan Poktan Mawar Angga Putra, Blok Sawah Dangdeur, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, dengan pendampingan teknis langsung dari Kepala UPTD Brigade Proteksi.
Di lokasi tersebut, Dr. Wahyu Hidayah tidak hanya memimpin proses teknis pengendalian, tetapi juga melakukan edukasi lapangan kepada petani terkait karakteristik penyakit BLB yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. “BLB merupakan penyakit yang cukup berbahaya karena dapat berkembang dengan cepat, terutama pada kondisi kelembapan tinggi dan pemupukan nitrogen yang berlebihan. Gejalanya berupa daun yang menguning mulai dari ujung hingga akhirnya mengering, yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak ditangani sejak dini,” jelasnya.
Kepala Diskatan menegaskan bahwa pengendalian BLB harus dilakukan melalui pendekatan terpadu. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi penggunaan varietas padi yang toleran terhadap penyakit, pengaturan jarak tanam yang tepat, pemupukan berimbang, perbaikan sistem drainase dan sanitasi lahan, serta aplikasi agens pengendali sesuai dengan rekomendasi teknis yang berlaku.
“Prinsip kerja kami adalah bergerak cepat, tepat sasaran, dan bersama-sama. Pemerintah hadir untuk mendampingi para petani agar tidak panik, namun mampu melakukan penanganan yang benar sehingga potensi kehilangan hasil dapat ditekan secara maksimal,” tegas Dr. Wahyu.
Selain di Desa Cidahu, pelaksanaan Gerdal OPT serentak juga dilakukan di lima titik lokasi lainnya dengan sasaran OPT yang berbeda sesuai dengan kondisi lapangan, yaitu tikus, wereng batang cokelat (WBC), serta BLB/Kresek, yang semuanya berpotensi mengganggu pertanaman padi pada fase pertumbuhan kritis. Seluruh kegiatan dikoordinasikan secara terpadu oleh UPTD Brigade Proteksi sebagai unit teknis pengendalian OPT di lapangan.
Rincian lokasi dan sasaran Gerdal OPT serentak:
1. Pengendalian OPT Tikus seluas 10 hektare di Poktan Mekar Asih I, Blok Waru, Desa Partawangunan, Kecamatan Kalimanggis.
2. Pengendalian OPT Tikus seluas 16 hektare di Poktan Marga Tani, Blok Bengkok, Desa Cikubangmulya, Kecamatan Ciawigebang.
3. Pengendalian OPT Wereng Batang Cokelat (WBC) seluas 5 hektare di Poktan Pon I, Blok Pon, Desa Caracas, Kecamatan Cilimus.
4. Pengendalian OPT Tikus seluas 15 hektare di Poktan Giri Karya, Blok Boneas, Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin.
5. Pengendalian OPT BLB/Kresek seluas 15 hektare di Poktan Gumelar, Blok Bantarawi, Desa Luragungtonggoh, Kecamatan Luragung.
Kegiatan di kelima lokasi tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB, dengan pendampingan teknis langsung dari Kepala UPTD Brigade Proteksi, Kepala UPTD sesuai wilayah kerja, serta jajaran Petugas Pengendali OPT (POPT) beserta petugas lapangan.
Dr. Wahyu Hidayah menambahkan bahwa Diskatan Kabupaten Kuningan akan terus memperkuat sistem pemantauan intensif dan mekanisme respon cepat yang berbasis pada laporan dari petani, sebagai bagian integral dari strategi perlindungan tanaman dan penguatan ketahanan pangan daerah.
“Kami mengajak seluruh petani untuk terus aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan petugas teknis terkait. Setiap laporan gangguan OPT akan segera kami tindaklanjuti agar serangan tidak meluas dan produksi padi di Kabupaten Kuningan tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Gerdal OPT serentak ini, Diskatan Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di lapangan, membangun sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, dan melindungi kepentingan petani guna mewujudkan pertanian yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Kuningan. (Abel)














