Bingkaiwarta, CIGUGUR – Perjuangan sunyi para relawan yang menolong Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar di jalanan akhirnya mendapat dukungan nyata. Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Gerindra, H Rokhmat Ardiyan (HRA) melalui Yayasan Berkah Bersama Masyarakat menyerahkan satu unit mobil ambulans kepada Yayasan Pelita Jiwa Ciayumajakuning. Penyerahan dilakukan di Vila Pendopo H Rokhmat Ardiyan, Cisantana, kemarin.
Ambulans yang diserahkan akan digunakan untuk operasional penjemputan, evakuasi, serta pengantaran ODGJ ke fasilitas kesehatan maupun pemulangan ke keluarga. Tugas ini selama ini dilakukan relawan dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.
Dalam kesempatan tersebut, HRA mengaku tersentuh setelah mengetahui bahwa para relawan kerap menjemput ODGJ terlantar menggunakan sepeda motor, bahkan terkadang menempuh jarak jauh dengan biaya pribadi.
“Tidak ada manusia yang ingin terlahir dengan kondisi gangguan jiwa. Kita yang diberi kesehatan punya kewajiban moral untuk membantu. Saya sangat tersentuh melihat perjuangan teman-teman relawan yang bekerja dengan hati,” ucapnya.
Ia menyoroti bahwa aksi para relawan merupakan bentuk kemanusiaan yang murni, dilakukan tanpa pamrih dan sering kali mengorbankan waktu, tenaga, serta biaya pribadi.
“Mereka ini luar biasa. Mengangkat yang terlantar, merawat, mengantar pulang. Bahkan ada yang membawa pasien sampai luar daerah menggunakan motor. Ketulusan seperti ini tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri,” jelasnya.
Perwakilan Yayasan Pelita Jiwa Ciayumajakuning, Yoyon Suryono, mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas bantuan yang diterima. Selama tujuh tahun yayasan berdiri, kata dia, relawan selalu menghadapi kendala terkait sarana transportasi saat menangani pasien.
“Di lapangan kami sering kesulitan mendapatkan kendaraan. Mengantar pasien ke rumah sakit kadang harus berboncengan tiga orang menggunakan motor. Biaya bensin pun sering kali dari patungan relawan, dan jika terjadi kondisi darurat, kami terpaksa menyewa mobil,” ungkap Yoyon.
Menurutnya, bantuan ambulans ini menjadi dukungan terbesar yang pernah diterima yayasan dari pejabat publik sejak mulai bergerak membantu ODGJ terlantar.
“Jujur, baru kali ini ada pejabat yang benar-benar memperhatikan perjuangan kami. Ini bukan sekadar kendaraan, tapi harapan agar penanganan terhadap ODGJ bisa lebih layak dan manusiawi,” ujarnya.
Yayasan Pelita Jiwa Ciayumajakuning secara rutin melakukan evakuasi ODGJ terlantar, memberikan penanganan awal, berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta menelusuri keluarga pasien. Dengan hadirnya ambulans operasional, relawan berharap respons penanganan bisa menjadi lebih cepat dan aman bagi pasien.
Bagi para relawan, bantuan tersebut menjadi penegas bahwa kerja kemanusiaan yang dilakukan dengan tulus pada akhirnya akan menemukan dukungan dan membuka jalan bagi perbaikan layanan. (Abel)













