Bingkaiwarta, CILIMUS – Yayasan Taruna Mandiri merayakan Dies Natalis ke-31 dan ulang tahun ke-18 SLBN Taruna Mandiri, di Bale Waluya SLBN Taruna Mandiri, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (8/1/2026). Acara tersebut menjadi ajang apresiasi tinggi dari Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, terhadap dedikasi panjang lembaga dalam mengabdikan diri pada pendidikan anak berkebutuhan khusus.
“Keteguhan, niat tulus, dan keikhlasan telah melahirkan kesuksesan. Pak Elon dan Bu Kokoy membuktikan bahwa membangun lembaga bukan hanya soal fisik, tapi juga membangun harapan, masa depan, dan keyakinan anak-anak penyandang disabilitas,” ucap Bupati dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa investasi terbaik bagi daerah dan bangsa adalah pada sumber daya manusia tanpa terkecuali, sehingga Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus mendukung pengembangan layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Ketua Yayasan Taruna Mandiri Dr. Carlan (Elon Carlan), mengungkapkan bahwa yayasan didirikan sejak 8 Januari 1995 sebagai “hadiah hidup” setelah ia menerima penghargaan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional tahun 1994. Bersama istri, Kokoy Kurniawati, ia merintis SLB Taruna Mandiri yang kemudian berkembang menjadi sejumlah lembaga di berbagai wilayah – antara lain SLB Pangeran Cakrabuana (Cirebon), SLB Bina Insani (Kalimanggis), SLB Perbatasan (Cibingbin), SLB Rohman (Cigugur), SLB Laskar Taruna Mandiri (Darma), dan SLB Depayasa (Cidahu). Selain SLB, yayasan juga mengelola PKBM Taruna Mandiri, pusat terapi Jatikresna, dan TK Sipunuda.
“Yang kami kejar bukan kemewahan, tapi kebermanfaatan. Keterbatasan bagi kami itu tanpa batas – ability to infinity,” katanya. Sebanyak empat SLB telah dihibahkan kepada pemerintah, dan saat ini SLB Taruna Mandiri berperan sebagai sentra vokasi dengan orientasi keterampilan kerja. Banyak alumninya telah terserap di dunia usaha dan industri seperti perhotelan, ritel modern, industri padat karya, maupun menjadi wiraswasta mandiri.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dr. Deden Saepul Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar yayasan dalam pengembangan pendidikan khusus di Jawa Barat. Ia menyebutkan bahwa SLB Taruna Mandiri meraih peringkat kedua dalam ajang Gapura Panca Waluya dengan hadiah sarana dan prasarana senilai Rp1,5 miliar dari Gubernur Jawa Barat, serta menekankan pentingnya perluasan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Acara dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikdasmen RI Dr. Muhammad Hasbi beserta jajaran, Wakil Bupati Kuningan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan, Kepala SLBN Taruna Mandiri Kokoy Kurnaeti, serta keluarga besar SLB se-Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon. (Abel)














