banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Diskatan Menutup Akhir Tahun dengan Gencarkan Urban Farming

Bingkaiwarta, KADUGEDE – Roadshow Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Hasil Pertanian (Urban Farming), inovasi kegiatan hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, sukses digelar dan berakhir di wilayah  UPTD Diskatan Kuningan dan Kadugede, Sabtu (7/12/2024).

Kegiatan ini melibatkan 400 orang Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di 20 Kecamatan dalam wilayah binaan 10 UPTD BPP. Peserta dibekali berbagai keterampilan seperti teknis pembuatan media dan persemaian, budidaya tanaman dan pemeliharaan, panen dan pengemasan, pembuatan pupuk organik, pembuatan pestisida nabati, pengolahan hasil dan pemasaran.

banner 728x250

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang hadir sebagai narasumber, sekaligus menutup kegiatan yang telah dilakukan mulai tanggal 3 hingga 7 Desember 2024 di 10 UPTD BPP berbeda di Kabupaten Kuningan (Jalaksana, Cipicung, Cilimus, Mandirancan, Darma, Subang, Ciawigebang, Cidahu, Kuningan dan Kadugede). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian perkotaan serta membuka peluang pengembangan ekonomi melalui hasil pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pemasaran Hasil Pertanian”. Materi ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik melalui platform konvensional maupun digital.

“Pemasaran adalah kunci agar hasil pertanian tidak hanya berhenti di tingkat produksi, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Urban farming memiliki potensi besar, apalagi jika dikombinasikan dengan teknologi digital untuk menjangkau konsumen,” ujar Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, Kabupaten Kuningan memiliki banyak komoditas pertanian yang dapat diolah dan dikembangkan untuk dipasarkan. Wahyu menginginkan agar produk hasil pertanian Kabupaten Kuningan dapat dikemas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Diakhir paparan, Wahyu mengapresiasi semangat peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia berharap, ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BI Cirebon, seluruh peserta dan pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan ini. Mari kita bersama-sama memajukan sektor pertanian di Kabupaten Kuningan agar semakin inovatif dan berdaya saing,” ucap Wahyu menutup acara.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan dan dibiayai pelaksanaannya oleh Bank Indonesia Cirebon. Program ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui pertanian modern yang ramah lingkungan. Ketahanan pangan kuat maka inflasi terjaga. (Abel) .


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan