banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Ibu dan Generasi Muda Pilar Kebangkitan Peradaban Islam Ibu dan Generasi Muda Pilar Kebangkitan Peradaban Islam

 

Oleh: Resa Ristia Nuraidah

banner 728x250

Di tengah arus perubahan global yang begitu cepat, umat Islam—terutama kaum ibu dan generasi muda—menghadapi tantangan serius yang mengancam jati diri dan peran strategis mereka sebagai pelopor perubahan. Sekularisasi yang masif, baik di ruang nyata maupun digital, telah menjauhkan pemuda dari identitas ke- Islam-annya.

Mereka tidak lagi diposisikan sebagai agen perubahan peradaban, melainkan sekadar konsumen tren, hiburan, dan gaya hidup yang hampa nilai. Kondisi ini diperparah oleh derasnya arus informasi digital yang membentuk cara pandang dan pola pikir generasi tanpa fondasi akidah yang kokoh.

Pada saat yang sama, kondisi kaum ibu pun tidak kalah memprihatinkan. Peran mereka sebagai ummun wa rabbatul bayt—pendidik utama generasi—mengalami degradasi sistemik. Dalam sistem yang berlandaskan Kapitalisme, kaum ibu direduksi menjadi tenaga kerja murah, target industri, atau sekadar objek komersial.

Negara tidak hadir untuk melindungi dan menguatkan peran strategis ibu dalam membina generasi, justru sistem yang ada mendorong mereka menjauh dari fungsi mendasarnya dalam membangun peradaban Islam.

Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari realitas bahwa digitalisasi hari ini berada di bawah hegemoni Kapitalisme global. Digitalisasi tidak sekadar alat teknologi netral, melainkan instrumen ideologis yang menyebarkan nilai-nilai sekuler, liberal, dan materialistik. Melalui media sosial, hiburan, dan budaya populer, Kapitalisme menanamkan cara pandang hidup yang menjauhkan umat dari Islam sebagai ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Akibatnya, Islam direduksi menjadi sekadar ritual individual, kehilangan fungsi politik, sosial, dan peradabannya.

Negara sekuler yang mengadopsi paradigma ini memandang generasi muda dan kaum ibu bukan sebagai subjek pembangun umat, melainkan sebagai objek pasar dan stabilitas ekonomi. Pendidikan Islam kaffah tidak menjadi prioritas, bahkan dibatasi pada ranah privat. Peran agama sengaja dipinggirkan agar tidak mengganggu dominasi sistem sekuler-kapitalistik.

Dengan demikian, akar persoalan sesungguhnya terletak pada adopsi sekularisme dan Kapitalisme sebagai asas bernegara, yang memisahkan agama dari kehidupan dan menyingkirkan Islam dari peran kepemimpinan peradaban.

Dalam kondisi inilah, kehadiran jamaah dakwah Islam ideologis menjadi sangat urgen. Di tengah penerapan sistem Kapitalisme yang merusak fitrah dan peran strategis umat, jamaah dakwah ideologis hadir untuk membina kaum ibu dan generasi muda agar memiliki kepribadian Islam yang utuh. Pembinaan ini tidak berhenti pada aspek moral dan spiritual semata, tetapi membentuk kesadaran ideologis bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang harus diperjuangkan penerapannya secara menyeluruh.

Urgensi ini memiliki landasan syar’i yang kuat, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 104, yang memerintahkan adanya sekelompok umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang mungkar. Ayat ini menjadi dasar kewajiban adanya jamaah Islam yang memiliki visi ideologis dan tujuan perubahan sistemik, bukan sekadar dakwah parsial atau seremonial.

Sejarah dakwah Rasulullah ﷺ menjadi teladan nyata dalam hal ini. Beliau membina umat dengan Islam sebagai ideologi, menanamkan akidah yang melahirkan cara pandang hidup Islam, serta membentuk kader-kader yang siap mengemban risalah perubahan. Kaum ibu dan generasi muda tidak ditinggalkan, justru menjadi bagian penting dalam proses pembinaan umat menuju kebangkitan peradaban Islam.
Metode dakwah Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa pembinaan (tatsqif) merupakan tahapan awal yang sangat fundamental, sebagaimana yang dilakukan pada fase Makkah. Pembinaan ini kemudian dilanjutkan dengan interaksi intensif dengan umat (tafā’ul ma‘al ummah), hingga akhirnya bermuara pada istilāmul ḥukmi—penyerahan kekuasaan untuk menerapkan Islam sebagai sistem kehidupan. Inilah manhaj dakwah yang harus dihidupkan kembali oleh jamaah dakwah Islam ideologis hari ini, agar kaum ibu dan generasi muda benar-benar siap menjadi pelopor perubahan dan pembela Islam kaffah.


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan