Bingkaiwarta, PALEMBANG – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan peran strategisnya sebagai pendukung utama pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Dukungan nyata diberikan melalui penyediaan kepastian hukum serta penerbitan sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) untuk kawasan pelabuhan dan kawasan pendukungnya.
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan hal tersebut dalam acara Project Launching Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Griya Agung, Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Kamis (09/04/2026). Menurutnya, instansinya hadir untuk memastikan kelancaran aspek pertanahan dalam setiap kegiatan investasi strategis.
“Kementerian ATR/BPN adalah supporting utama bagi semua kegiatan investasi, termasuk proyek strategis di sektor konektivitas ini. Diharapkan, dengan adanya pelabuhan yang terstandar nantinya, akan memicu masuknya lebih banyak lagi investasi ke daerah,” ujar Menteri Nusron.
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, pembangunan pelabuhan ini telah melalui serangkaian proses panjang. Sebelumnya, Kanwil BPN Sumsel telah menyerahkan sertipikat HPL seluas 599.500 m² atas nama Pemprov Sumsel yang kemudian dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan pada tahun 2025.
Pada momen bersejarah ini, turut dilakukan penandatanganan berita acara serah terima sertipikat HPL tanah mozaik 5 dan 6 dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, kepada Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Menteri Nusron dan Kepala Staf Kepresidenan, Ahmad Qodari. Adapun luasan yang diserahkan masing-masing mencapai 810.577 m² dan 882.943 m².
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron juga mengajak para pemimpin daerah untuk mempercepat penyelesaian administrasi pertanahan. Mengingat saat ini capaian pendaftaran tanah di Sumatera Selatan baru menyentuh angka 53,6%.
“Kami minta tolong Bapak Gubernur dan para Bupati, mari kita bersinergi agar investasi berjalan kondusif. Kami juga menginstruksikan jajaran kami untuk mempercepat proses pendaftaran tanah agar investor mudah masuk,” imbaunya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa pelabuhan ini memiliki peran vital dalam meningkatkan efisiensi logistik nasional. Ia menyebutkan bahwa penyerahan sertipikat ini menandai pencapaian milestone ke-11 dari total 15 tahapan yang ditargetkan rampung sebelum tahun 2029.
“Terima kasih atas komitmen bersama. Ini adalah kunci kolaborasi sinergis antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta untuk mewujudkan infrastruktur kelas dunia,” ujar Dudy.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todo Tua Pasaribu, serta unsur Forkopimda Sumsel. Turut mendampingi Menteri Nusron, Kepala Biro Humas dan Protokol, Shamy Ardian, serta Kepala Kanwil BPN Sumatera Selatan, Rahmat, beserta jajaran. (Abel/hms)













