Bingkaiwarta, CIREBON — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, wisata religi makam syekh Maulana Dzatul Kahfi Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon mulai dipadati penziarah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Tradisi ziarah kubur yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat kembali terlihat meningkat, terutama pada akhir pekan.
Pantauan di sejumlah titik ziarah menunjukkan kedatangan peziarah tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jakarta. Mereka datang secara berkelompok bersama keluarga maupun rombongan, menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.
Salah seorang penziarah, Ahmad (45), asal Semarang, mengaku sengaja datang lebih awal sebelum Ramadhan untuk berdoa dan mengenang jasa para leluhur.
Menurutnya, ziarah menjadi bagian dari persiapan spiritual menyambut bulan penuh berkah.
“Setiap tahun kami selalu menyempatkan ziarah sebelum puasa. Ini sudah menjadi tradisi keluarga, sekaligus mengingatkan diri akan kematian,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Peningkatan jumlah penziarah turut berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Pedagang bunga tabur, makanan, oleh – oleh, hingga jasa parkir mengaku mengalami kenaikan omzet dibanding hari biasa.
Kondisi ini menjadi berkah tersendiri menjelang Ramadhan.
Sementara itu, pengelola lokasi wisata religi makam syekh Maulana Dzatul Kahfi, nasir mulai meningkatkan pengawasan dan pengaturan arus pengunjung guna menjaga kenyamanan dan ketertiban.
Imbauan untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta mematuhi aturan yang berlaku juga terus disampaikan kepada para penziarah.
Tradisi ziarah jelang Ramadhan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga beberapa hari sebelum puasa dimulai, seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan suci. (ARL)














