Bingkaiwarta, KUNINGAN – Meskipun libur sekolah belum dimulai, obyek wisata J&J yang terletak di Jalan Raya Linggarjati, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, sudah dipadati pengunjung. Dari pantauan bingkaiwarta.co.id, Kamis (18/12/2025) tampak antrian panjang memadati area loket tiket masuk – mulai dari anak-anak yang disertai orang tua sampai kelompok remaja terlihat antusias menunggu giliran masuk untuk menikmati berbagai wahana.
Wisata J&J menawarkan fasilitas lengkap yang cocok untuk semua usia. Selain kolam renang anak dengan wahana seluncur kecil dan kolam renang dewasa dengan kedalaman bervariasi, tempat ini juga memiliki area satwa yang menampilkan hewan-hewan seperti aneka hewan melata, aneka burung, buaya, kambing, rusa, ayam hias, kelinci, dan masih banyak lagi yang bisa dikenali langsung oleh pengunjung. Untuk anak-anak, ada aneka mainan seperti taman bermain di udara terbuka yang menyenangkan. Di sekitar area wahana juga tersebar banyak warung jajanan mulai dari makanan ringan, minuman segar, sampai makanan khas daerah Kuningan.
Selain itu, J&J juga menyediakan fasilitas agrowisata dan dirgantara yang menjadi daya tarik tersendiri. Owner J&J Jonathan Al Farizi (yang akrab disapa Ajo) menyatakan bahwa konsep wisata di sini lebih menonjolkan aspek edukasi, terutama di bidang agrowisata dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
“Di agrowisata kita, anak-anak bisa mendapatkan edukasi langsung tentang cara bercocok tanam mulai dari menanam, menyiram, sampai memanen. Jenis tanamannya berupa aneka sayuran seperti bayam, kangkung, mentimun, dan buah-buahan seperti pepaya, melon, strawbery, dan semangka. Selain itu, kita juga punya grand house yang dilengkapi dengan peralatan hidroponi untuk pengenalan teknik bercocok tanam tanpa tanah – bahkan ada sesi praktek singkat untuk sekolah yang mengadakan kegiatan resmi,” ujar Jonathan saat ditemui.
Ia menambahkan bahwa edukasi agrowisata ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran pada generasi muda tentang pentingnya pertanian dan ketahanan pangan sejak dini. “Kita ingin anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga belajar bahwa tanaman yang kita makan bisa dibuat sendiri. Bahkan kita juga mengajarkan cara mengelola lahan dengan efisien agar bisa menghasilkan lebih banyak panen,” jelasnya.
Untuk wahana dirgantara, J&J menyediakan simulator penerbangan yang bisa dicoba oleh pengunjung untuk merasakan sensasi terbang. “Simulator ini dibuat sederhana tapi realistis, cocok untuk anak-anak dan dewasa yang ingin tahu bagaimana rasanya mengemudi pesawat kecil,” terangnya.
Menghadapi libur Natal, Tahun Baru, dan sekolah (nataru), Jonathan mengungkapkan bahwa ada kenaikan harga tiket masuk yang tidak terlalu besar dan masih ramah di kantong. “Mulai tanggal 25 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026, tiket masuk untuk semua usia mulai dari 2 tahun sampai dewasa sebesar Rp23.000 – naik sedikit dari harga biasa Rp20.000. Sedangkan tiket untuk simulator dirgantara Rp10.000 per putaran dan tiket agrowisata Rp8.000 per orang. Namun, untuk saat ini agrowisata hanya terbuka untuk kegiatan resmi dari sekolah saja, nanti akan kita buka untuk umum pada awal tahun 2026,” terangnya.
Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi bahkan sebelum libur resmi dimulai, J&J diprediksi akan semakin ramai selama periode libur akhir tahun mendatang – terutama karena tempat ini juga menyediakan area parkir yang luas dan fasilitas toilet yang bersih untuk kenyamanan pengunjung. (Abel)














