Bingkaiwarta, KUNINGAN – Meski baru lima bulan berjalan, Mini Theater Edukatif (MTE) Disdikbud Kabupaten Kuningan saat ini sudah mancapai hampir 20.000 pengunjung. Hal ini disampaikan oleh Surya, S.Pd., M.M selaku penanggung jawab MTE kepada bingkaiwarta.co.id, Senin (11/11/2024).
Menurut Surya, pengunjung Mini Theater Edukatif dari dua lokasi yang ada di Kabupaten Kuningan telah mencapai 17.282 orang dan terus bertambah setiap harinya. “Ini pencapaian yang menunjukan respon positif dan antusias masyarakat Kabupaten Kuningan untuk mengunjungi Mini Theater Edukatif. Seperti kita ketahui bersama di Kuningan sudah lama sekali tidak ada bioskop sebagai tempat hiburan masyarakat Kuningan,” ungkap Surya.
Ia berharap dengan adanya MTE ini bisa mempererat hubungan antara pendidikan formal dan pengajaran berbasis pengalaman, serta memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi dunia pengetahuan dengan cara yang lebih menyenangkan dan berdampak positif bagi pembentukan karakter.
Atas kesuksesan tersebut, Surya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, baik itu PJ Bupati, Ketua DPRD, PJ Sekda dan seluruh masyarakat Kuningan yang telah berkontribusi terhadap keberadaan MTE.
“Terutama kepada Kadisdikbud yang luar biasa serta Tim Kreatif dan Tim Relawan yang tanpa mengenal lelah mengelola MTE ini. MTE ini sudah memiliki HAKI atas nama U. Kusmana, Sos., M. Si., jadi siapa pun yang akan membuat MTE harus ijin. Terima kasih atas kerjasamanya,” ucap Surya.
Seperti diketahui sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan telah memperkenalkan sebuah inovasi baru yang bertujuan untuk menginspirasi masyarakat luas dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U Kusmana, S.Sos., M. Si menggagas dan secara resmi meluncurkan “Mini Theater Edukatif” yang berlokasi di pertokoan jalan Siliwangi tepatnya pada tanggal 6 Juni 2024 dan Puspa Siliwangi pada tanggal 7 Juli 2024. Ini sebuah ruang bioskop kecil yang dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran interaktif, kreatif, dan penuh inovasi juga untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa.
Mini Theater Edukatif ini tidak hanya ditujukan untuk hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman edukasi yang dapat membawa perubahan positif di berbagai kalangan, mulai dari siswa hingga guru, kepala sekolah, mahasiswa, bahkan masyarakat luas.
Dengan fasilitas yang disesuaikan untuk menghadirkan film-film edukatif, dokumenter inspiratif, dan tayangan yang memperluas wawasan, Mini Theatre Edukatif ini menjadi sarana pembelajaran out of the box yang sangat dibutuhkan di era modern ini. Guru dan kepala sekolah bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memperkaya metode pengajaran, memberikan konteks nyata dari teori-teori yang diajarkan, dan menyemangati siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
Untuk ketersediaan film, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kuningan membangun sinergitas dengan berbagai pihak yaitu Balai Media Kebudayaan, Balai Besar Guru Penggerak (BBGP)Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendididikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat juga menggandeng sineas lokal melalui Forum Film Kuningan.
Mini Theater Edukatif ini tidak hanya dijadikan tempat menonton film tetapi juga tempat untuk sosialiasi, pelatihan atau workshop peningkatan mutu Pendidikan. Kegiatan yang sudah dilakukan adalah secara rutin dilakukan peningkatan kompetensi Kepala Sekolah yang dilaksanakan oleh MKKS SMP Kabupaten Kuningan.
Kemudian, Sabtu (24/8/2024) lalu, Mini Theatre Edukatif yang bertempat di Puspa Siliwangi ini digunakan untuk workshop penulisan scenario film yang digelar oleh Forum Film Kuningan dengan narasumber Ence Bagus dan Miftah Fauzi. Dan juga pelaksanaan kegiatan program Pimda Nyawah.
“Mini Theater Edukatif ini merupakan langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan untuk menghidupkan semangat pembelajaran yang tidak monoton dan memberdayakan generasi muda dengan cara yang berbeda, tetapi juga untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa dengan kegiatan yang menyenangkan,” jelas U Kusmana.
Dia menegaskan bahwa fasilitas ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan wadah bagi seluruh elemen pendidikan, serta masyarakat luas untuk belajar dan tumbuh bersama. (Abel)














