banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Pastikan KBM Segera Pulih, Pemkot Cirebon Upayakan Solusi Jangka Panjang Atasi Luapan Sungai Kalijaga

Bingkaiwarta, CIREBON – Di tengah sisa lumpur dan genangan pasca hujan deras yang melanda wilayah Kalijaga, Pemerintah Kota Cirebon memastikan kehadirannya bukan sekadar sebagai peninjau, melainkan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab langsung terhadap warga. Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, turun langsung ke titik-titik terdampak untuk merangkul warga yang tengah berupaya bangkit Kembali, Selasa pagi (6/1/2026). Kehadiran Pemerintah di lapangan merupakan prioritas utama untuk memastikan tidak ada masyarakat yang merasa berjuang sendirian dalam menghadapi musibah ini.

Didampingi Lurah Kalijaga dan jajaran perangkat daerah terkait, Wakil Wali Kota menyisir pemukiman warga dan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah MI Darul Ulum, yang lokasinya bersinggungan dengan aliran sungai. Di tempat ini, Wakil Wali Kota melihat secara dekat kondisi ruang kelas yang tertutup lumpur dan berdialog dengan tenaga pendidik untuk memastikan bantuan evakuasi serta pembersihan berjalan maksimal agar aktivitas belajar tidak terhenti terlalu lama. Meski infrastruktur terdampak, ia menyatakan rasa syukurnya karena keselamatan warga tetap terjaga tanpa adanya korban jiwa.

banner 728x250

“Kami melihat MI Darul Ulum ini dampaknya cukup berat karena lokasinya sangat dekat dengan sungai. Semalam debit air sangat besar dan pembukaan pintu air memerlukan waktu karena tekanan yang berat, sehingga air meluap ke daerah yang lebih rendah,” ungkap Wakil Wali Kota di sela-sela peninjauannya.

Persoalan banjir di wilayah Kalijaga ini dipicu oleh faktor eksternal berupa material kayu besar yang hanyut dari hulu dan menjebol tanggul. Hantaman material tersebut mengakibatkan air masuk ke pemukiman dengan arus yang sangat deras. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan perangkat daerah terkait lainnya telah dikerahkan untuk membantu warga melakukan penyemprotan lumpur pekat yang mengendap.

“Pastinya pemerintah hadir. Pak Wali Kota bersama saya dan dinas terkait terus berjuang mencari solusi permanen. Penanganan banjir ini luas sekali, dari hulu ke hilir. Saat ini kami bersama BBWS terus mengupayakan normalisasi sungai serta pembangunan benteng atau tanggul yang lebih tinggi. Selain itu, pembangunan bendungan juga sedang dalam tahap kajian teknis agar luapan air sungai tidak langsung masuk ke pemukiman penduduk,” jelasnya.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen akan terus mendampingi warga hingga masa pemulihan pascabencana selesai. Melalui sinergi antara perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan, Pemerintah optimis risiko bencana di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin demi kenyamanan dan keamanan seluruh warga Kota Cirebon.

Sementara itu, Kepala MI Darul Ulum Kota Cirebon, H. Makin Amin, mengungkapkan bahwa musibah ini terjadi tepat saat hari pertama masuk sekolah di semester baru. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dihentikan sementara karena seluruh ruangan terendam lumpur dengan ketinggian mencapai 20 cm.

“Hari Senin adalah hari pertama kami masuk sekolah, namun langsung dilanda banjir. Akhirnya, anak-anak ikut berpartisipasi membantu membersihkan lumpur karena di dalam kelas basah semua dan lumpurnya tebal sekali. Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Cirebon yang sudah hadir langsung melihat kondisi kami dan memberikan bantuan pembersihan,” ujar Hj. Makin Amin. (ARL)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan