Bingkaiwarta, KUNINGAN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan mencatatkan kemajuan signifikan di berbagai aspek sejak diemban kepemimpinan Direktur Dr. Ukas Suharfaputra. Mulai dari perbaikan tata kelola, peningkatan kinerja keuangan, hingga perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat, semua terwujud dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Ukas memulai tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur pada 8 November 2022 sebelum resmi dilantik secara definitif pada 25 September 2023. Menurutnya, fokus utama sejak awal adalah membenahi pengelolaan perusahaan agar lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
“Fokus kami sejak awal adalah membenahi tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan pelayanan air minum kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Ukas kepada awak media di Planet Cozy Music N Caffe, Selasa (16/12/2025) siang.
Berdasarkan evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pendapatan Perumda Tirta Kamuning melonjak dari Rp58,46 miliar pada 2021 menjadi Rp66,53 miliar pada 2024 – naik sebesar 13,8 persen. Peningkatan ini didukung oleh pengendalian biaya operasional yang lebih ketat, di mana biaya turun dari Rp21,824 miliar pada 2021 menjadi Rp20,855 miliar pada 2022 (turun 4,4 persen).
“Setiap rupiah harus dikelola secara bertanggung jawab. Efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan, tetapi justru memperkuat kinerja perusahaan,” tegasnya.
Dari sisi profitabilitas, laba perusahaan terus meningkat secara konsisten: Rp5,007 miliar (2021), Rp5,343 miliar (2022), Rp6,038 miliar (2023), Rp6,680 miliar (2024), dan diperkirakan mencapai Rp6,940 miliar pada 2025. Akumulatif, laba naik sebesar 38,61 persen.
Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menunjukkan tren positif, meskipun sempat menurun pada 2023 akibat kebijakan kenaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. “Penurunan PAD pada 2023 bukan karena kinerja melemah, melainkan dampak kebijakan pajak nasional,” jelasnya.
Setelah itu, kata Ukas, kontribusi PAD kembali membaik: dari Rp1,939 miliar (2021) menjadi Rp2,321 miliar (2024) dan diperkirakan Rp2,586 miliar (2025) – tumbuh hingga 64,7 persen secara akumulatif.
Skor kesehatan perusahaan melalui indikator BPP SPAM juga meningkat menjadi kategori “Sehat”, dari 3,60 pada 2021 menjadi 3,81 pada 2024. “Skor ini menjadi cerminan kerja kolektif seluruh jajaran, bukan hanya manajemen, tetapi juga para pegawai di lapangan,” ungkapnya.
Selain keuangan, perluasan layanan juga tercatat. Jumlah sambungan langganan naik dari 52.443 pada 2021 menjadi 55.748 pada 2024 (naik 6,30 persen). Untuk mendukungnya, Perumda menambah kapasitas air baku melalui pengembangan sumber mata air baru selama 2023–2024, antara lain Cijalatong, Cibangir, Cilukutuk, dan Curug Mangkok, dengan tambahan debit total 116,84 liter per detik.
“Penambahan sumber air baku ini penting untuk menjamin keberlanjutan pelayanan, terutama menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” tandas Ukas.
Dengan capaian tersebut, Ukas berharap Perumda Tirta Kamuning dapat terus memperkuat perannya sebagai BUMD yang sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. (Abel)














