banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Resmi Berakhir! Peringatan Tsunami BMKG Dicabut, Potensi Kerusakan Bangunan Jadi Perhatian Utama

 

Bingkaiwarta, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa bumi yang melanda wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026). Gempa ini berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, tepatnya di koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, dengan kedalaman 33 km.

banner 728x250

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa dangkal ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Laut Maluku. Hasil analisis menunjukkan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) pada sumber gempa.

Pemantauan BMKG mencatat kenaikan tinggi muka air laut di beberapa wilayah, antara lain:

– Halmahera Barat: 0.30 m pada pukul 06:08 WIB

– Bitung: 0.20 m pada pukul 06:15 WIB

– Sidangoli: 0.35 m pada pukul 06:16 WIB

– Minahasa Utara: 0.75 m pada pukul 06:18 WIB

– Belang: 0.68 m pada pukul 06:36 WIB

– Bumbulan: 0.13 m pada pukul 06.50 WIB

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida R., menambahkan bahwa gempa ini berdampak pada setidaknya tiga provinsi: Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Di Kota Ternate, gempa dirasakan sangat kuat dengan intensitas V-VI MMI, menyebabkan kepanikan warga, kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh, dan cerobong asap pabrik rusak. Sementara itu, di Manado, getaran dirasakan dengan intensitas IV-V MMI, yang menyebabkan banyak warga terbangun. Di Gorontalo (Bone Bolango dan Gorontalo Utara), getaran terasa nyata di dalam rumah dengan intensitas III MMI, dan di Kabupaten Boalemo serta Pohuwato dengan intensitas II-III MMI.

Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG mencatat 48 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M5.5.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan bahwa BMKG akan mengerahkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Pemasangan portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate juga akan dilakukan untuk pengumpulan data. “Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” tegas Rahmat.

Peristiwa ini telah menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa lokasi, termasuk gedung KONI Sario Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate.

“BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” tutup Faisal.

Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk memeriksa struktur bangunan sebelum kembali beraktivitas. “Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.

Pasca peristiwa ini, Faisal mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan hanya memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG melalui media sosial Instagram, X, TikTok (@infoBMKG); situs web (http://bmkg.go.id atau http://inatews.bmkg.go.id); kanal Telegram (https://t.me/InaTEWS_BMKG); serta aplikasi mobile wrs-bmkg atau infobmkg. (Abel/hms)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan