banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Silaturahmi Pencak Silat Cimande dan Karinding: Tembus Batas, Hapus Paradigma Kolot

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Bidang Seni Budaya dan Tradisi Keluarga Besar Padjadjaran Cimande Kabupaten Kuningan mengusung gagasan silaturahmi tradisi pencak silat di masa kini, seiring memperingati penetapan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO. Acara ini digelar di Gedung Cimande Awirarangan Kuningan, pada Sabtu (13/12/2025).

Pencak Pusaka Cimande Awirarangan dijadikan titik hening untuk merefleksi nilai tradisi di tengah kemajuan global, sekaligus ruang berkespresi yang mempertemukan pencak silat dengan lintas seni dan tradisi lainnya.

banner 728x250

Melalui kegiatan ini, diinginkan untuk menjawab dan mematahkan paradigma bahwa pencak silat kolot atau konservatif, bahkan anti dengan seni dan tradisi lain. “Sungguh terlalu sempit jika pencak silat dianggap demikian. Paradigma itu sangat mentah karena kami tidak demikian,” ungkap Endro Setiana, Pengurus Divisi Seni Budaya dan Tradisi, kepada bingkaiwarta.co.id, Senin (15/12/2025). Selain itu, kata Endro, kegiatan ini juga membumikan informasi bahwa marwah pencak silat telah mendunia sebagai warisan UNESCO.

Endro menyebut, dalam acara tersebut ada beberapa tampilan khusus yang disajikan, yaitu pertemuan Ibing Buhun Tradisi Cimande dengan karinding (alat musik tradisional Jawa Barat), dibawakan oleh Abdul (pendekar muda dari Keluarga Besar Padjadjaran Cimande) dan Kang Aris Moris (pelestari waditra karinding Kuningan). Pilihan karinding tidak lepas dari silaturahmi lama selama penulisan Buku Sejarah Karinding Priangan oleh Kang Iman Rahman Anggawiria Kusumah (Kang Kimung), yang mendokumentasikan komunitas karinding di Jawa Barat—termasuk Komunitas Karinding Sarungkun Saung Bambu Rarangan yang dibentuk Endro bersama pelajar dan pelestari lainnya. Semua tercatat dalam buku tersebut, sebagai bukti bahwa pencak silat terbuka untuk menjembatani akademisi dan seni tradisi lain.

Ketua Pengurus Keluarga Besar Padjadjaran Cimande, Dedi Hendriana, memberikan tiga pesan amanah untuk regenerasi: (1) Sampaikan pengetahuan, wariskan kebaikan; (2) Selain bertasbih, naikan derajat dengan ilmu dan jangan berhenti belajar; (3) Yang menaikan mi’raj adalah shalat, yang juga mengilhami gerakan silat. Tiga pesan ini menjadi motivasi dan renungan tak benda bagi penerus amengan Cimande.

Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dari seluruh elemen Keluarga Besar Padjadjaran Cimande, orang tua siswa, serta lembaga seperti IPSI, PPSI, Pedepokan Bumi Seni Tarikolot, Majelis Seni dan Tradisi MeSTI Cirebon, Media Pojok Publisher, dan Media Kuningan Online.

“Bagi kami ini bukan sebuah acara, tapi peristiwa budaya yang akan terus terjadi sampai nanti,” tegas Endro, dengan semboyan Asih, Budi, Bakti, Sakti. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan