Bingkaiwarta, CIREBON – Beredarnya video pendek yang bernarasi sweeping rumah makan padang murah di media sosial menimbulkan polemik di masyarakat. Guna mempersempit polemik dan menghindari gejolak di masyarakat, Panglima Laskar Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz memandang perlu mendapatkan penjelasan langsung dari Persatuan Rumah Makan Padang Cirebon (PRMPC).
“Kami sengaja mengundang teman-teman dari PRMPC, karena dalam narasi video yang beredar disebutkan adanya sweeping rumah makan Padang,” ujar Diaz, Kamis (31/10/2024).
Pria yang akrab disapa Mamo ini menuturkan, setelah mendapatkan penjelasan secara detail ternyata memang tidak ada sweeping rumah makan Padang. “Justru teman-teman dari PRMPC tengah melakukan sosialisasi dan bukan sweeping, saya ulangi tidak ada sweeping,” tutur Mamo.
Penjelasan yang dia terima dari PRMPC sebenarnya simpel saja, intinya hanya untuk menjaga nilai dari masakan Padang itu sendiri. Dan PRMPC tidak tidak akan mematikan usaha para pedagang masakan Padang.
“Intinya, bagi pedagang yang mencantumkan masakan Padang diharapkan tidak menuliskan harga murah Rp 9000. Sebaliknya jika mencantumkan harga murah Rp 9000 tidak menuliskan masakan Padangnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PRMPC Erlinus Tahar, pihaknya tidak ada niat untuk mematikan ekonomi para pedagang nasi padang. Justru dia bersama 127 anggota PRMPC ingin para pedagang nasi Padang itu bisa maju dan sukses, terlepas yang menjual masakan Padang itu berasal dari tanah Minang atau bukan. (SLE)














