Bingkaiwarta, CIAWIGEBANG – Bencana tanah amblas mengguncang Dusun Pasir Tengah RT 001 RW 001, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang pada Kamis (26/2/2026) pukul 16.27 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan kabupaten penghubung Kecamatan Ciawigebang dan Cihaur terputus total, tidak dapat dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama dua jam, mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Aliran air yang terus menerus menggerus struktur dasar menyebabkan gorong-gorong jalan serta badan jalan sekaligus jembatan Cibungkan amblas. Kondisi struktur yang sudah labil sebelumnya diperparah oleh debit air yang tinggi, sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan.
Menanggapi kejadian ini, aparat desa segera melakukan koordinasi dengan unsur kecamatan, TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum, serta BPBD Kabupaten Kuningan. BPBD Kuningan langsung mengirimkan Tim Assessment dari Pusdalops untuk mengevaluasi kondisi di lapangan
“Dari hasil tim asessment, tercatat gorong-gorong berdiameter 6 meter, panjang 4 meter, dan tinggi 4 meter amblas total. Selain itu, jalan kabupaten terputus dengan dimensi panjang 3 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana yang akrab disapa Ibe saat di konfirmasi, kemarin.
Putusnya akses jalan strategis ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi barang antarwilayah. Untuk sementara waktu, kendaraan dari arah Cihaur maupun Ciawigebang dialihkan melalui jalur alternatif menuju Dusun Babakan, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang. Hingga laporan terakhir, kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan.
Selain itu, aparat desa bersama masyarakat lokal juga bergotong-royong memasang rambu-rambu peringatan dan menutup sementara akses bagi kendaraan roda empat guna mencegah risiko kecelakaan lebih lanjut.
Kebutuhan darurat utama saat ini adalah perbaikan gorong-gorong dan jembatan agar akses jalan kabupaten dapat kembali difungsikan secara optimal. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah teknis lanjutan untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur serta memastikan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
“Kami dari BPBD Kabupaten Kuningan akan terus melakukan pemantauan kondisi di lokasi kejadian dan akan menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan adanya perubahan situasi di lapangan,” ujarnya. (Abel)













