Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melaksanakan penyaluran Dana Stimulan Triwulan IV Tahun 2025 untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Puspa Siliwangi, Puspa Langlangbuana, dan Puspa Taman Kota. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Puspa Taman Kota, Senin (29/12/2025) malam, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberdayakan para pelaku usaha kecil di wilayahnya.
Penyerahan dana diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, dan dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Uu Kusmana, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD terkait, perwakilan perbankan, paguyuban PKL, serta ratusan pedagang dari ketiga Puspa tersebut.
Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan, menyampaikan bahwa pada awal penataan PKL, jumlah pedagang yang terdata dan disahkan melalui Surat Keputusan Bupati mencapai 367 orang. Namun hingga penyaluran stimulan tahap keempat, sebanyak 58 pedagang memilih mengundurkan diri karena usahanya tidak berkembang dan beralih ke sektor lain.
“Dengan demikian, sampai malam ini terdapat 309 PKL yang masih aktif dan tervalidasi di tiga Puspa,” ujar Carlan.
Ia menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi para PKL adalah fluktuasi jumlah pengunjung. Lonjakan pembeli biasanya terjadi saat ada kegiatan berskala besar, libur panjang, maupun pelaksanaan Car Free Day. Untuk itu, Diskopdagperin terus mendorong peningkatan kapasitas pedagang, terutama dalam pemasaran digital dan pemanfaatan layanan belanja daring seperti GoFood dan GrabFood.
“Kami juga mendorong kolaborasi dengan para content creator agar keberadaan Puspa lebih dikenal dan transaksi tetap berjalan meskipun kunjungan menurun,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Dian menegaskan bahwa kebijakan penataan dan pemberdayaan PKL merupakan upaya memanusiakan pedagang sekaligus menjaga ketertiban serta keindahan kawasan pusat kota sebagai etalase Kabupaten Kuningan.
“PKL jangan selalu dipandang negatif. Mereka justru membantu pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan menjadi alternatif belanja masyarakat dengan harga terjangkau,” kata Bupati.
Ia juga mengakui adanya keluhan penurunan omzet dari para pedagang. Namun pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan evaluasi serta terobosan, termasuk penataan ulang lapak agar lebih estetis dan menarik minat pengunjung.
Bupati mendorong agar kawasan Taman Kota lebih sering diisi dengan kegiatan kreatif dan sederhana, seperti lomba menggambar, mewarnai, puisi, atau seni anak-anak, sehingga dapat meningkatkan kunjungan masyarakat tanpa membebani anggaran daerah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi penegakan aturan oleh seluruh stakeholder, khususnya Satpol PP dan Dinas Perhubungan, agar penataan PKL yang sudah tertib tidak kembali semrawut.
Pada Triwulan IV ini, dana stimulan yang disalurkan sebesar Rp300 ribu per pedagang. Meski nilainya terbatas, Bupati berharap bantuan tersebut menjadi motivasi sekaligus bukti kehadiran pemerintah daerah di tengah para pelaku usaha kecil.
“Ini bukan soal besar kecilnya nilai, tetapi bentuk perhatian dan kebersamaan pemerintah dengan para pedagang,” tandasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan dana stimulan secara simbolis serta arahan Bupati kepada seluruh PKL untuk terus menjaga komitmen, ketertiban, dan kebersamaan demi mewujudkan wajah Kota Kuningan yang rapi, indah, dan berdaya saing. (Abel)














