Bingkaiwarta, CIREBON – M Rivan Ramadhani orang tua murid SDN Pulasaren Kota Cirebon, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan tim sukses salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diduga menggunakan cara-cara tidak etis dalam kampanye.
Arif mengatakan, bahwa kekecewaannya bermula saat anaknya yang masih duduk di kelas 2 pulang sekolah membawa selebaran dan stiker bergambar pasangan calon nomor urut 3 atau IDOLA.
Stiker bergambar Effendi Edo dan Siti Farida itu dibagikan kepada sekitar 20 sampai 25 siswa di kelasnya oleh ketua kelas, dengan pesan untuk memasangnya di rumah masing-masing.
Ia pun mempertanyakan mengapa pihak sekolah tidak mengetahui adanya bahan kampanye atau alat peraga kampanye (APK) yang dibawa masuk oleh murid-murid. Menurutnya, anak kelas 2 SD masih terlalu muda untuk memahami dinamika Pilkada.
“Saya curiga ada orang dewasa yang memanfaatkan anak-anak untuk melakukan kampanye gelap. Masa iya anak kecil paham soal beginian kalau bukan dari orang dewasa yang mengajarkan,” ungkapnya, Selasa (29/10/2024).
Atas hal tersebut, peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan orang tua murid lainnya yang menganggap penggunaan anak-anak dalam kampanye politik sebagai hal yang tidak patut. (SLE)














