banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Tinjau Tanggul Jebol di Kalijaga, Wakil Wali Kota Dorong Normalisasi Sungai dan Sinergi Lintas Sektoral

 

Bingkaiwarta, ​CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan peninjauan langsung ke Perumahan Buana Kalijaga untuk melihat dampak kerusakan akibat jebolnya tanggul pembatas sungai, Selasa (6/1/2026). Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan warga terkait banjir bandang yang dipicu oleh tingginya debit air kiriman serta sumbatan material dari wilayah hulu.

banner 728x250

​Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta pihak terkait lainnya. Selain memantau kerusakan infrastruktur, Wakil Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga yang terdampak untuk memastikan kebutuhan darurat terpenuhi.

​”Kondisi ini dipicu oleh arus sungai yang sangat deras dan membawa material kayu besar dari hulu, sehingga memberikan tekanan luar biasa pada batas benteng perumahan,” ujar Wakil Wali Kota di lokasi peninjauan.

​Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, tanggul yang jebol memiliki dimensi sekitar 16 x 2 meter. Kerusakan ini menyebabkan air sungai meluap dengan cepat ke area pemukiman warga. Sebagai langkah awal, Wakil Wali Kota telah menginstruksikan tim Damkar untuk membantu pembersihan lumpur di jalan-jalan komplek serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan teknis sungai.

“Pemkot Cirebon hadir untuk memberikan solusi. Kami sedang mengupayakan langkah darurat berupa pembangunan benteng atau tanggul sementara bersama masyarakat untuk menahan debit air agar tidak kembali masuk ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa solusi permanen yang dibutuhkan adalah normalisasi dan pelebaran sungai. Menurutnya, sedimentasi yang tinggi serta tumpukan sampah yang terbawa arus menjadi faktor utama penyebab dangkalnya sungai, sehingga tidak lagi mampu menampung volume air saat intensitas hujan tinggi.

“Masalah utama ada pada pendangkalan dan tumpukan sampah yang terbawa arus deras. Saya meminta masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Kita harus mulai dari hal kecil di lingkungan keluarga kita sendiri agar bencana seperti ini tidak terus berulang,” tegasnya.

​Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Wakil Wali Kota juga berharap sinergi antara pemerintah, pengembang, dan kesadaran kolektif masyarakat.

“Sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang,” pungkasnya. (ARL)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan