Bingkaiwarta, CIREBON – Kondisi trotoar berlubang besar dan minimnya penerangan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, menjadi sorotan publik setelah seorang warga ditemukan meninggal dunia di dalam drainase kawasan tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Korban diketahui bernama E (53), warga Kota Cirebon.
Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam saluran drainase yang berada di bawah trotoar, tepatnya di seberang SPBU Cangkol, Kampung Cangkol Tengah, pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 06.20 WIB.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polres Cirebon Kota bersama Polsek Lemahwungkuk langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal, serta mengamankan area sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi trotoar di kawasan tersebut terlihat rusak dengan lubang berukuran cukup besar tanpa adanya pengaman atau tanda peringatan.
Selain itu, penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas Jalan Yos Sudarso dilaporkan tidak berfungsi secara optimal, sehingga kawasan tersebut tampak gelap terutama pada malam hari.
Ketua RW Kampung Cangkol Tengah, Agus Taip, mengatakan bahwa minimnya penerangan jalan di sepanjang Jalan Yos Sudarso sudah lama dikeluhkan warga. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, khususnya bagi pejalan kaki.
“Sepanjang Jalan Yos Sudarso jalurnya sangat gelap. Warga sering melaporkan kejadian jambret, dugaan hipnotis, serta kecelakaan. Dengan kondisi trotoar berlubang seperti ini, risikonya semakin besar,” ujar Agus saat ditemui.
Ia menambahkan, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan trotoar serta memastikan lampu penerangan jalan dapat berfungsi dengan baik.
“Keselamatan dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian agar tidak terulang kembali,” pungkasnya. (ARL)














