Bingkaiwarta, GARAWANGI – Pesan WhatsApp (WA) rahasia yang membeberkan 8 kasus sensitif Desa Mancagar, Kecamatan Garawangi, yang meledak di kalangan warga pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 19.30 WIB, akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mancagar, Agus.
Kepada bingkaiwarta.co.id, Agus memastikan bahwa pesan tersebut tidak hanya diterima warga, melainkan juga dirinya sendiri sebagai Ketua BPD. “WA itu ke saya juga ada, tetapi secara kelembagaan BPD belum ada koordinasi dengan Pemerintah Desa,” ujarnya pada Minggu (28/12/2025) sore.
Menurut Agus, awalnya ia mengira hanya dirinya yang menerima pesan tersebut, namun banyak warga bahkan tokoh masyarakat yang datang mengadu dan mengkonfirmasi. Untuk sementara, BPD akan melakukan koordinasi jalur kelembagaan dengan Pemerintah Desa terkait informasi yang beredar. “Informasinya secara umum memang seperti itu, tapi kita tidak bisa gagabah menjadikannya kebenaran sebelum ada konfirmasi resmi,” tegasnya.
Terpisah, Wakil Ketua BPD, Andang, juga membenarkan adanya 8 poin kasus sensitif dalam pesan WA tersebut. Bahkan, ia akan mengklarifikasi masalah ternak domba yang disebutkan di dalamnya. “Terkait domba, sampai sekarang masih ada di saya dan sudah ditawarkan ke masyarakat, asal siap kandangnya bisa ditempat saya,” jelasnya.
Adapun 7 poin lainnya, Andang menyampaikan bahwa sebenarnya sudah dibahas dalam rapat sebelumnya namun jawabannya masih mentah. “Saya menginginkan semuanya di audit agar tidak ada kesimpangsiuran lagi dari warga. Kita butuh transparansi anggaran yang maksimal,” tegasnya.
Untuk menyelesaikan masalah ini, BPD merencanakan mengadakan rapat bersama segera. “Insya Allah malam ini kita akan mengundang Kepala Desa, lembaga desa, tokoh pemuda, dan masyarakat untuk membahas langsung 8 poin kasus tersebut,” pungkas Andang. (Abel)














