Bingkaiwarta, INDRAMAYU – Atlet muda berbakat asal Indramayu, Herman (22), kembali mengharumkan nama daerah dalam ajang ICN Bali Paradise International Pro/Am 2025. Di tengah persaingan ketat melawan peserta dari 12 negara, atlet binaan PBFI KONI Kabupaten Indramayu ini sukses menyabet tiga prestasi gemilang:
• Medali perak di kelas Bodybuilding Short Open Class,
• Medali perunggu di kelas Bodybuilding Junior, dan
• Lolos lima besar di kelas Rookie Classic Physique.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh I Compete Natural (ICN), federasi internasional yang menjunjung tinggi prinsip kompetisi natural, bebas doping, dan menjadikan sportivitas sebagai pilar utama.
Hebatnya, seluruh proses keberangkatan dan persiapan dilakukan secara mandiri oleh Herman bersama pelatih dan rekan-rekan komunitas fitness lokal. Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk tampil maksimal di panggung dunia.
“Saya tahu jalan ini tidak mudah, tapi saya ingin membuktikan bahwa atlet daerah pun bisa bersaing di level internasional asal punya tekad kuat. Meskipun semua biaya dari kami sendiri, saya tetap semangat karena ini demi mengharumkan nama Indramayu,” ujar Herman saat ditemui di GYM Kijang Kencana Indramayu, Selasa (5/8/2025).
Tak berpuas diri, Herman kini tengah bersiap untuk tampil di ajang PCA International Championship yang akan digelar kembali di Bali. Kejuaraan ini diinisiasi oleh Physical Culture Association (PCA), federasi yang dikenal memberikan panggung bergengsi bagi atlet muda binaraga natural. Dalam ajang ini, Herman akan berlaga di kelas Junior Bodybuilding.
Lebih jauh lagi, Herman juga telah menargetkan keikutsertaannya dalam World Natural Bodybuilding Federation (WNBF) di Singapura dan Thailand tahun 2026. WNBF dikenal sebagai kompetisi natural bodybuilding paling prestisius di dunia.
“Saya ingin membawa Indramayu ke pentas dunia. Ini bukan hanya tentang tubuh, tapi tentang disiplin, perjuangan, dan semangat membuktikan bahwa kita bisa,” tegasnya penuh semangat.
Kisah perjuangan Herman menjadi inspirasi baru bagi banyak atlet muda, khususnya dari daerah yang kerap menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan. Semangatnya mencerminkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan konsistensi, atlet daerah pun mampu bersinar di kancah internasional. (Abel)













