banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

BGN Gelar Bimtek Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) Di Cirebon

Bingkaiwarta, CIREBON – Guna memperkuat sistem keamanan pangan dan meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan oleh pemerintah.

Salah satunya, melalui program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat didalam program MBG.

banner 728x250

Peningkatan kapasitas ini melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang digelar oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Sabtu 7 Maret 2026, bertempat di Aston Cirebon Hotel & Convention Center.

Bimtek ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pengolahan makanan pada program MBG.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran mengatakan keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan yang bergizi.

Tetapi, sistem pengolahan makanan yang memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan masyarakat juga penting.

“Bimtek ini dirancang sebagai forum peningkatan kapasitas bagi para pengelola dapur, penjamah makanan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta berbagai pihak yang terlibat langsung dalam sistem penyediaan dan pengolahan program MBG,” katanya.

Dia melanjutkan, para peserta juga akan mendapatkan pemahaman mengenai potensi risiko kontaminasi pangan yang dapat terjadi selama proses pengolahan makanan.

Dalam konteks tersebut, penerapan standar higiene personal bagi para penjamah makanan menjadi salah satu aspek yang sangat penting.

“Setiap individu yang terlibat dalam proses pengolahan makanan harus memahami serta menerapkan prinsip kebersihan diri, penggunaan perlengkapan kerja yang higienis, serta tata cara penanganan makanan yang aman,” imbuhnya.

Materi pelatihan juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dapur serta sanitasi lingkungan kerja.

“Lingkungan dapur yang bersih dan tertata dengan baik diyakini mampu meminimalisir risiko berkembangnya mikroorganisme berbahaya yang dapat mencemari makanan,” tambah pria yang pernah aktif di Universitas Pertahanan Republik Indonesia ini.

Dalam kesempatan ini, dia juga menjelaskan, Bimtek kali ini menjadi bagian dari upaya percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi fasilitas dapur atau tempat pengolahan makanan yang terlibat dalam program pelayanan gizi.

SLHS merupakan bentuk pengakuan resmi bahwa suatu fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta keamanan pangan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan.

“SLHS menjadi instrumen penting dalam menjaga kredibilitas program pelayanan gizi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disalurkan,” jelas Brigjen (Purn) Suardi Samiran.

Dirinya berharap, melalui Bimtek ini, para peserta dapat meningkatkan kompetensi serta profesionalisme dalam mengelola dapur di SPPG masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memahami serta menerapkan standar higiene dan sanitasi secara konsisten dalam setiap tahapan proses pengolahan makanan,” pungkasnya. (ARL)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan