Bingkaiwarta, DARMA – Anak anak SD Negeri Tugumulya tiap hari berjalan kaki sepanjang 1,5 Km menuju sekolah. Mereka berjalan menyusuri bukit, kanan kiri hutan, dan jurang yang curam. Seperti tak ada rasa takut, mereka tetap semangat untuk bisa sekolah.
Berjalan kaki 1,5 Km setiap hari sudah menjadi kebiasaan anak anak Kampung Pamugaran Blok Ciawitali Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Sangat memprihatinkan.
Dengan menenteng sepatu, kaki beralaskan sandal jepit, kadang mereka berlari kecil sambil tertawa, meski cemas menghantui mereka karena takut terlambat masuk kelas. Tiba di sebuah warung kecil, mereka melepas sandal dan menggantinya dengan sepatu. Dengan sedikit tergesa, mereka berlari kecil menuju sekolah. Karena tidak adanya mobil yang bisa melewati jalan tanah tersebut.
Begitupun pulang sekolah, mereka melakukan hal yang sama disebuah warung kecil itu. Pemandangan yang sangat miris di era digital yang serba canggih ini. Ternyata tidak dirasakan oleh anak anak sekolah Kampung Pamugaran yang sudah puluhan tahun terisolir. Bukan hanya siswa SD, SMP juga terpaksa harus berjalan kaki sejauh 1,5 Km. Bahkan aktivitas ekonomi dan kesehatan pun terhambat.

“Tiap hari jalan kaki. Cape sih. Jauh dari rumah. Tapi kan harus sekolah. Hujan juga tetap berangkat. Waktu TK sih diantar ibu, sekarang mah engga. Berangkat pulang sekolah bareng bareng sama teman,” ungkap Jehan siswi kelas IV SDN Tugumulya kepada bingkaiwarta.co.id, Senin (30/05/2022).
Diakui Jehan, tiap hari Ia harus bangun lebih pagi karena takut terlambat masuk sekolah. Meski perjalanan jauh dan melelahkan, namun Ia bersama teman temannya tetap harus semangat.
“Jam 05.00 pagi udah bangun. Mandi, sarapan, terus langsung berangkat. Takut kesiangan,” ujarnya. (Abel)













