Bingkaiwarta, KALIMANGGIS – Ilah, agen PKH Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, membantah telah memotong Dana Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) milik Penerima Manfaat (PM) Junaedi dan PM lainnya.
Saat ditemui dirumahnya, Ilah menjelaskan, bahwa dirinya hanya memfasilitasi, menyalurkan sebagai agen BNI.
“Saya hanya fasilitasi, menyalurkan sebagai agen BNI. Kalau PM mau gesek, kartu ATM memang dikumpulkan kesini, tapi setelahnya dibagikan lagi ke PM. Saya tidak memegang kartu ATM PM, apalagi memotong pencairan,” jelas Ilah, Rabu (15/06/2022).
Ia mengatakan, soal PIN kartu ATM disimpan olehnya, awalnya banyak PM tak ingat nomor PIN, akhirnya minta ditulis saja oleh agen. Kartu ATM tetap dipegang masing-masing.
“Kalau jumlah hak cairnya segitu, ya segitu. Gak ada pemotongan,” ujarnya.
Sebagai agen, Ia mengaku hanya dapat fee jasa. Soal besaran, itu inisiatif PM sendiri. Ada yang memberi, ada yang tidak. Ia tidak pernah menarget fee, tergantung PM. Tapi biasa menerima fee Rp5000.
Diakui Ilah, struk pencairan darinya sebagai agen. Ada struk, tentu ada uang sesuai jumlah uang yang ada. Kalau ternyata, ada isu pemotongan Ia tidak tahu menahu. Ia tarik tunai sesuai jumlah uang di ATM PM.
Saat ditanya soal PM Junaedi lengkap dengan bukti-bukti ada pemotongan, Ilah menegaskan kasus PM itu ada kelebihan komponen SD, balita dan SMP. Menurutnya, seharusnya PM Junaedi dapatnya Rp1.350.000, tapi masuk uang ke ATM Rp1.725.000. Harusnya dana itu, dikembalikan katanya. Kata siapa? “Saya gak tahu, pendamping,” celetuk dia berusaha berkilah, tapi seolah keceplosan menyebut nama.
Ia mendengar dana kelebihan itu, sudah dikembalikan ke PM. Ditanya dikembalikan oleh siapa, Ilah lagi-lagi menjawab tidak tahu. Apakah dikembalikan oleh pendamping? “Mereun (sepertinya iya,red)” ucapnya lagi, seolah ketakutan.
Tapi mendadak Ilah menegaskan tidak tahu menahu, sama siapa-siapanya uang kelebihan PKH itu. Kalau Ia sebagai agen hanya menerima biaya penggesekan saja.
“Tapi sekarang kan sudah clear, sudah diganti katanya. PM Junaedi juga harus menyadari seharusnya, komponen gak ada yang kecoceng. Itu kelebihan komponen. Maka, kata saya beresin semua komponen dulu,” pungkas Ilah. (Abel)













