Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pedagang pasar baru Kuningan mengeluh. Pasalnya tempat untuk mereka berjualan sering kebanjiran jika turun hujan. Apalagi saat ini intensitas hujan cukup tinggi. Diduga kondisi atap gedung Pasar Baru sudah rapuh, talang atap mendadak jebol di beberapa titik. Pedagang pun kalang kabut.
Gelondongan air tumpah, mengakibatkan banjir menggenang setiap blok Pasar Baru. Tidak sedikit pedagang, harus tutup akibat kebanjiran.
“Bocornya sih sudah lama, sudah ditangani hanya talang atapnya sudah rapuh. Jadi pas hujan besar, talang seng jebol di beberapa titik,” kata Mang Hana, pedagang bawang merah Pasar Baru, Jum’at (25/11/2022), saat ditanya bingkaiwarta.co.id.
Menurutnya, banjir Pasar Baru terjadi sudah lebih dari 1 bulan, atau sejak musim hujan. Tapi kejadiannya saat ini, lebih parah. Untuk penanganan juga, tentu membutuhkan dana tidak sedikit karena panjang talang mencapai ratusan meter.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pasar Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan, Dede Sutardi, saat dihubungi media ini membenarkan jebolnya talang atap Gedung Pasar Baru, hingga menyebabkan kebanjiran. Meski tidak ada pedagang mengungsi, tapi banjir sangat mengganggu aktivitas pedagang.
Dede menjelaskan, setiap tahun juga ada anggaran pemeliharaan. Tetapi karena yang sekarang kerusakannya mencapai ratusan meter, maka anggaran pun tidak cukup sedikit.
“Kalau hanya 10 meteran mungkin bisa langsung ditangani, tapi kerusakan talang mencapai 300 meteran. Jadi saya harus lapor dulu ke pak bupati,” ujar Dede.
Ia berjanji akan segera mengupayakan penanganan banjir pasar baru secepatnya. (Abel)













