banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250


banner 728x250

Geram Dituding Copy Paste Acara Color Run, Ini Kata Owner Woodland

  • Bagikan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Dituding copy paste oleh salah satu pengelola obyek wisata ternama di Kuningan, bahwa dalam gelaran Color Run yang diselenggarakan pada perayaan HUT Obyek Wisata Woodland ke-3 dan media online Bingkai Warta ke-6 beberapa hari yang lalu, membuat owner Obyek Wisata Woodland Ferry Wurangian, geram.

Dihadapan awak media, Ferry yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Promosi dalam PP Dewiku, menyikapi tudingan bahwa acara yang digelar pada tanggal 18 Juni 2022 di Obyek Wisata Woodland merupakan acara copy paste, atau plagiat, serta telah merusak esensi dari prosesi acara tersebut, itu adalah tidak benar.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Ferry yang juga Pemimpin Perusahaan (Pimprus) media online Bingkai Warta, meluruskan terkait tudingan dari salah satu pengelola obyek wisata ternama di Kuningan, yang terkesan menyudutkan pihaknya.

“Saya hanya mau meluruskan terkait tudingan dari salah satu pengelola obyek wisata ternama di Kuningan, yang terkesan menyudutkan kami dengan ungkapan kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dimana menurut dia, pihak kami telah melakukan copy paste dalam penyelenggaraan Color Run di tempat kami pada pada Sabtu tanggal 18 Juni 2022 lalu,” tutur Ferry, dalam konferensi pers yang dihadiri pula oleh para pengurus dan anggota Paguyuban Pengelola Destinasi Wisata Kabupaten Kuningan (PP Dewiku), Sabtu (25/6/2022) di Obyek Wisata ZamZam Pool.

Ferry memperlihatkan tudingan yang tertulis di insta story tersebut dengan tulisan seperti berikut : “Walaupun secara kualitas acara beda jauh, tp justru merusak nama cari event tersebut. …. Sebagai pelopor pertama SSR 1 di tahun 2018, SSR 2 di tahun 2019, 2020-2021 vakum karena covid. Dan semoga akan kembali diadakan di 2022 bulan Oktober. Tapi melihat ada yang Copy Paste membuat otak saya dan tim berfikir lebih keras “we have to create an event like no other, special and original”

Cuma Mau Kasih Info : Kalau buat event please jangan Copy terus Paste, ide sedikit gitu

Menurut Ferry, cuitan tersebut jelas menuding pihaknya telah menjiplak acara mereka, karena backround gambar dalam insta storynya adalah gambar penyelenggaraan di Woodland. Padahal, kata Ferry, yang dia tahu penyelenggara acara Color Run pertama di Kuningan adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada akhir Desember 2015.

Kemudian, lanjut Ferry, dalam acara Launching media online Bingkai Warta pada bulan September 2016 pihaknya menggelar Color Run dengan mengambil lokasi di Pandapa Paramarta, serta dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH. MH, serta dimeriahkan grup band kelas nasional, Seventeen.

“Kegiatan tersebut ada jejak digitalnya, dengan bukti konkret penyelenggaraan acara itu terdapat di seluruh media sosial milik kami, dengan hari, tanggal, bulan dan tahun yang jelas, tepatnya pada September 2015. Sekarang pertanyaanya, duluan mana tahun 2016 dengan 2018?,” kata Ferry.

Ferry mengaku, pihaknya tidak terima dengan tudingan telah melakukan Copy Paste, apalagi dicap sebagai orang yang tidak punya ide, bahkan merusak esensi dari prosesi Color Run, karena jelas lebih dahulu pihaknya melakukan kegiatan itu, daripada pihak penuding yang melakukan dua tahun berselang, sekaligus tidak ada yang dirusak dari esensi acara tersebut.

“Apa sih maksud dari merusak nama dari event tersebut, apa karena kami memakai kata Color Run, sedang mereka Spirit Splashing Run (SSR), tidak ada yang salah kan disini, hanya beda pemakaian istilah saja, kalaupun iya kita salah menggunakan istilah, ada tidak hak paten dalam penyelenggaraan acara seperti ini, atau pemakaian istilah ini?,” ujarnya.

Agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, meskipun merasa nama baiknya telah dirugikan, namun Ferry masih menunggu itikad baik dari pihak penuduh, untuk melakukan klaripikasi, terutama di media sosial agar semua tahu, bahwa tudingan itu tidak benar.

“Kami sudah mendelegasikan orang untuk menemui penuding itu, tapi dia tidak mau menemui saya, malahan menganjurkan saya untuk menemui pengacaranya. Saya kira ini terlalu berlebihan, karena saya kira hal seperti ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, atau dengan adat ketimuran,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PP Dewiku Abidin juga menyesalkan atas kejadian itu, karena dalam pandangan Abidin kegiatan Color Run tidak harus ada yang disalahkan atau dituduh menjiplak, apalagi dianggap membajak, karena hal itu hanya etimologi bahasa, dan tidak ada dalam undang-undang Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2022.

“Color Run pertama kali diperkenalkan oleh Bangsa India sebagai holi celebration, dimana penyelenggaraan acara diadakan pada musim semi untuk merayakan kehidupan baru, sebagai sebuah energy, dan perayaan ini telah ada sejak 300 tahun sebelum masehi,” terang Abidin.

Jadi, kata Abidin, iini adalah sebuah seni biasa, dan pihak Ferry menurutnya, tidak melakukan penyimpangan, ataupun membajak hak cipta orang. Apalagi jika melihat dari kenyataan yang ada, Ferry menyelenggarakan acara pada tahun 2016, sedangkan pihak yang menuduh baru melakukannya pada tahu 2018.

“Nah, itu saja sudah jelas siapa yang duluan melakukan,” ujarnya.

Abidin menjelaskan, sebagai Wakil Ketua Bidang Promosi dalam organisasi PP Dewiku, Ferry tidak sembarangan saat akan melakukan kegiatan promosi, begitu pula saat akan menggelar Color Run beberapa hari yang lalu. yang intinya sebagai sarana memperkenalkan tempat tempat wisata di Kuningan, Ferry terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan paguyuban.

“Setelah beliau melaporkan rencana kegiatan, kamipun melakukan penelaahan terlebih dahulu, mulai dari kenapa harus Color Run, apa sih itu, dan setelah kami teliti acara ini adalah satu kegiatan sakral dari India yang bagus diadopsi di sektor pariwisata, dengan modif kegiatanya bernama Color Run, sehingga kamipun langsung mengijinkan penyelenggaraan acara tersebut, ya kalau sekiranya hal ini merupakan kegiatan melanggar hukum, ya kamipun pasti tidak akan melarang,” jelasnya.

Ia menganggap, hal ini hanyalah sebuah miskomunikasi, serta perlu diluruskan, jangan sampai terjadi kegaduhan, karena keduanya sama sama wirausahawan, pengusaha, pengelola obyek wisata yang berlokasi di Kabupaten Kuningan. Tinggal kemauan dari pihak penuduh untuk bisa berdamai, mengingat itikad baik sudah disampaikan oleh pihak Ferry untuk duduk bersama, menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik.

“Mau besar atau kecil kita adalah kelompok di bidang usaha pariwisata, dan seharusnya selalu harmonis, adapun masalah ide, gagasan, atau kretifitas lainya, bila hal itu tidak melanggar undang-undang kenapa tidak. Jadi saya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara persuasif, dengan mengedepankan kearifan lokal dalam menyelasikan masalah,” pungkas Abidin. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!