banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250




banner 728x250

Nana Latif: Kalau Hanya Jadi Beban, Bubarkan PDAU

  • Bagikan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pernyataan Bupati Kuningan, Acep Purnama sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang turun tangan langsung untuk menyelamatkan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Darma Putra Kuningan mendapat respon positif dari Nana Mulyana Latif, Pengamat Kebijakan Publik.

“Bagaimanapun juga Bupati adalah manusia yang tak luput dari salah dan lupa, mungkin beliau dulu salah memilih orang sehingga nasib PDAU jadi terpuruk seperti sekarang ini, tapi yang jelas kita apresiasi niat baik untuk menyelamatkan PDAU dengan menangani langsung,” ungkap Nana kepada bingkaiwarta.co.id, Jum’at (17/9/2021).

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Salah satu pentolan dari Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI) ini yakin, Bupati akan segera mengganti SDM pengelola PDAU terutama Direktur yang telah gagal hingga membuat PDAU terpuruk seperti saat ini.

“Kalimat menangani yang diungkapkan oleh Bupati saya yakin bukan menangani masalah yang ada PDAU, tetapi lebih menangani para pengelola terutama Direktur PDAU yang dianggap telah gagal,” lanjut Nana.

Menurutnya, kalau memang ternyata Bupati menangani secara langsung turun tangan untuk menyelamatkan dan menyehatkan, lalu untuk apa ada pengurus PDAU termasuk Direktur dengan gaji besar kalau Bupati sendiri yang harus mengurus.

“Bupati itu tugasnya banyak, itu salah satu alasan dibentuknya PDAU. Jadi kalau ternyata Bupati yang turun langsung, untuk apa ada PDAU, bubarkan saja kalau hanya menjadi beban,” ujarnya.

Nana meminta agar Bupati segera mengambil tindakan dengan bijak. Terlebih dimasa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, butuh anggaran besar untuk penanganannya, jadi segera ganti Direktur PDAU atau bubarkan jika hanya menambah beban.

“Sesayang apapun kita pada anggota tubuh kita, meskipun telah berjasa membantu kita mencapai sukses dimasa lalu, kalau ternyata saat ini sudah sakit parah dan tidak bisa diobati sehingga membahayakan dan mengancam nyawa, tidak ada jalan lain kecuali amputasi,” pungkasnya. (Abel Kiranti)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!