Bingkaiwarta, CIBINGBIN – Pondok Pesantren Al-Khoeriyah Cibingbin menggelar Wisuda Tahfidz Al-Quran ke-1 kemarin. Sebelum prosesi dimulai, wisudawan dan wisudawati melakukan ‘Semaan’ atau membacakan Al-Quran tanpa melihat di hadapan orang tua.
Wisuda dihadiri oleh Wabup Kuningan M. Ridho Suganda, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Al-Khoeriyah Dr. KH. Ja’far At-Thayyar, Lc., M.A, Camat Cibingbin Dra. Hj. Imas Minarsih, Ketua Yayasan Pesantren Al-Khoeriyah Iyus Yusdiana, Mudir ‘Am Pondok Pesantren Ustadz Lutfi Indra Setiyawan beserta segenap jajaran pengurus dan dewan asatidz Pondok Pesantren Al-Khoeriyah.
Dalam laporannya Ustadzah Liswa Fitriyatul selaku ketua panitia menyampaikan, wisuda yang dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh Pondok Pesantren Al-Khoeriyah ini diikuti oleh 70 orang santri putra dan 63 orang santri putri dengan kategori Juz Amma sampai kategori Juz 1-5.

Dr. KH. Ja’far At-Thayyar, Lc., M.A dalam tausiyahnya menyampaikan pesan kepada para Wisudawan dan Wisudawati bahwa tidak cukup hanya dengan menghafalkan Al-Qur’an tetapi bagaimana harus bisa membumikan Al-Qur’an di dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, bermuamalah dengan orangtua, guru, masyarakat sekitar dan semua makhluk yang ada di muka bumi.

“Jika bisa bermuamalah dengan mereka dengan baik, berarti hafalan Al-Qur’an yang dihafalkan adalah hafalan yang baik dan bukan sekedar hafalan biasa,” tuturnya.
Kemudian Wabup berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati bahwa tantangan kedepan ini sangat berat, dan ia berharap para wisudawan bukan hanya menjadi seorang ustadz, namun menjadi seorang ustadz yang berjiwa entrepreneurship, seorang ustadz yang bisa membina masyarakatnya menjadi lebih baik lagi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengalungan medali oleh Wakil Bupati Kuningan dan KH. Ja’far kepada para wisudawan. (rmdty)













