Bingkaiwarta, CIGUGUR – Ribuan pasang mata dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara, memadati area Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, Jumat (22/07/2022). Mereka turut menyaksikan upacara Seren Taun yang kembali digelar setelah 2 tahun berlangsung sederhana karena pandemi Covid-19.
Seren Taun merupakan salah satu adat tradisi yang hidup di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sebagai bentuk ungkapan syukur, setiap tanggal 22 rayagung 1955 Saka adalah sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender Sunda yang dimana ditandai dengan Puncak Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Dalam acara tersebut, masyarakat diajak bersuka cita untuk menikmati pemberian Tuhan dalam bentuk hasil bumi yang telah dipanen. Semua hasil bumi yang diarak dan dihias, disimpan di taman paseban untuk diserbu ribuan warga yang datang menyaksikan puncak acara tersebut.

Terlihat sejumlah tamu penting pun hadir dalam acara Seren Taun kali ini, di antaranya Ibu Sinta Nuriyah Wahid Istri dari Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Ono Surono dan Dedi Mulyadi Anggota DPR RI. Tampak pula hadir Bupati Kuningan Acep Purnama , Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda , Komandan Korem (Danrem) 063/SGJ Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonol Inf Dany Rakca, Dandim 0615/KNG Letkol Czi David Nainggolan, Kapolres Kuningan Dhany Aryanda, Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Tamu undangan dari 12 Provinsi, dan undangan lainnya.

Pada acara Puncak Upacara Adat Seren Taun pada hari ini, para tamu disuguhi dengan berbagai kesenian yang memanjakan mata. Di mulai dengan Paduan Suara Anak Bangsa, Tari Jampang Apsari, Angklung Buncis, Angklung Kanekes, Tari Buyung, Helaran Memeron, Ngajayak dll.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, bahwa dengan banyaknya budaya di Jawa Barat ini akan mempererat persatuan dan kesatuan.

“Semakin paham budaya daerah, semakin cinta terhadap daerah. Semakin tahu dan juga semakin cinta, oleh karena itu kegiatan seperti ini patut dilestarikan dan juga perlu didorong untuk lebih memasyarakat lagi supaya masyarakat lebih cinta budaya daerah,” tutur Wagub Jabar.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama mengungkapkan, gelaran Seren Taun kali ini sangat meriah sekali. Mungkin karena 2 tahun yang silam kita tidak bisa melaksanakan gelaran seperti ini karena pandemi Covid -19. Tapi tahun sekarang bisa dilaksanakan kembali.
“Kita juga melihat di Seren Taun kali ini banyak hal baru dan inovasi nya termasuk tema yang diusung Merawat, Meruwat, Pusaka Budaya Nusantara. Mudah mudahan ini mengandung makna kita berharap sekali terbangunnya soliditas persatuan dan kesatuan seluruh nusantara tercinta,” ungkap Bupati Acep.
Terpisah, anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengapresiasi gelaran Seren Taun di Kabupaten Kuningan. Ia merasa bahagia masih ada nilai nilai sakral, ritual, dan sosial yang terbangun disini.
“Semoga tahun depan bisa ketemu lagi,” ucap Dedi. (Abel)













