Bingkaiwarta, KUNINGAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan terus mendorong layanan aktif HIV/Aids di Pasyankes Puskesmas dan rumah sakit se Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Alhasil, dari kunjungan test HIV Januari-Juni Tahun 2022 dari 10.726 orang, dinkes menemukan HIV positif 66 orang.
Dinkes Kuningan juga menyebut, kunjungan test sifilis total mencapai 6.840 orang. Sebanyak 5.691 orang diantaranya adalah Ibu hamil. Hasilnya, ditemukan kasus sifilis dan di obati 7 orang. Adapun temuan bumil sifilis tidak ada.
Dinkes Kuningan juga mencatat, pasien tuberculosis atau TB test HIV selama 1 semester tahun 2022 mencapai 567 orang, Hasilnya positif HIV 7 orang,
Analisa Ibu Hamil HIV ditest HIV juga mencapai 7.658 org. Hasilnya HIV positif 3 Orang. Sebanyak 2 orang masuk pengobatan 2 orang, 1 orang belum pengobatan.
“Dari data tersebut, mari kita tingkatkan peran serta dan dukungan masyarakat dalam program penanggulangan. Seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga, dan segenap jajaran lintas-sektor serta semua pemangku kepentingan diharapkan mendukung program penanggulangan HIV/Aids dan PIMS. Lalu menempatkan HIV/Aids sebagai masalah yang harus diselesaikan bersama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, dr Hj Susi Lusiyanti, kepada bingkaiwarta.co.id, Jum’at (28/07/2022).
Menurutnya, mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya adalah tujuan pembangunan kesehatan. Tujuan ini dapat dicapai jika pemerintah bersama masyarakat berhasil menyikapi berbagai tantangan yang dihadapi.
Ia pun mengistilahkan tantangan dalam pencegahan dan pengendalian HIV/Aids adalah dengan strategi percepatan 95. 95. 95. Ending AISD 2030. Artinya, 95% pertama orang tahu statusnya dengan cara dites HIV, 95% kedua orang dengan HIV/Aids harus minum obat ARV dan 95% ketiga adalah ODHA ditest viralodnya dengan hasil virus yang tidak terdeteksi. Sehingga tidak akan menularkan dapat kembali sehat.
“Terakhir, tentu harus hidup berkualitas, dan produktif,” tandasnya. (Abel)













