Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan serius dalam menyikapi status miskin exstrem yang disandang Kabupaten Kuningan. Terbukti, 7 (tujuh) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersatu dalam Pelayanan Terpadu Program Penanggulangan Kemiskinan Exstrem (Pronangkis) 2022.
7 SKPD itu, adalah Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan pelayanan Izin Berusaha melalui Saba Desa, Diskopdagperin memberikan pelayanan Operasi Pasar Murah (OPM) sembako 600 paket kerjabareng Bulog.
Lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan pelayanan Adminduk Si Kuda Cepat. Kemudian, Dinas Kesehatan dan TNI-Polri memberikan pelayanan vaksinasi booster, dan Bank Jabar Banten (bjb) memberikan pelayanan simpanan.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Kuningan, Drs. Yudi Nugraha mengatakan, sebanyak 25 desa dalam 5 kecamatan yang masuk ke dalam kantong-kantong kemiskinan exstrem, dijadikan sasaran Pronangkis. Seperti terlihat di Desa Jatimulya, Kecamatan Cidahu, pronangkis diikuti 500 warga.
“Pronangkis ini, salah satu upaya pengentasan kemiskinan di kantong-kantong kemiskinan di 25 desa dalam 5 kecamatan,” ujar Yudi kepada bingkaiwarta.co.id, Jumat (20/05/2022).
Yudi berharap, pelayanan terpadu ini dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan, khususnya di wilayah kemiskinan ekstreem, secara efektif dan efisien.
“Kedepan, berharap SKPD yang terlibat bisa lebih banyak lagi,” tandasnya. (Abel)













