banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250


banner 728x250

Guru Harus Memiliki Integritas dan Bangun Rasa Nyaman Bagi Peserta Didik

  • Bagikan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Guru sebagai salah satu pilar pelaksanaan pembangunan pendidikan harus memiliki integritas dan profesional yang mampu melaksanakan dharma bhaktinya, untuk membangun rasa aman dan nyaman kepada peserta didik dengan menuntunnya bukan menuntut.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Acep Purnama, MH pada acara Lokakarya 9 Angkatan 3  Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP), diikuti 99 guru yang tersebar di Kuningan bertempat di Horison Tirtasanita, Sabtu (25/6/2022).

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Bupati Acep mengatakan, melaui PPGP dapat menghasilkan profil guru penggerak yang mampu mengembangkan diri dan bisa berbagi dan berkolaborasi dengan guru lain dan Memiliki kematangan moral, emosianal dan spritual.

Selanjutnya guru mampu merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang terpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua. Mengoptimalkan proses belajar yang berpihak dan relevan dengan kebutuhan komunitas disekitar satuan pendidikan.

Selain itu, Bupati Acep  berharap  bisa melahirkan pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakan  seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada peserta pendidik.  Sehingga mambawa kebangkitan dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Drs. H. Uca Somantri, M.Si menyampaikan, program PGP ini sebagai bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru. Sehingga mampu menggerakkan untuk mewujudkan rasa nyaman dan kebahagian bagi peserta didik ketika berada dilingkungan sekolahnya.

“Peserta didik memiliki rasa tersebut, ditunjukan melalui sikap dan emosi positif,  bersikap positif terhadap proses akademik, terbebas dari perasaan cemas, terbebas dari keluhan fisik dan tidak memiliki masalah sosial di satuan pendidikannya,” ungkapnya.

Menurutnya, calon guru penggerak kali ini diikuti sebanyak 89 orang, Meraka  akan menjalankan proses pendidikan selama 9 bulan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning yang implementatif berbasis lapangan.

Dengan kegiatan pembelajaran  70 pesen dalam bentuk on-the-job learning dimana guru sebagai peserta PGP tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas sekolah. Selanjutnya 20 pesen belajar bersama, dan 10 persen dilakukan pembelajaran bersama narasumber/instruktur, fasilitator dan pendamping. (rmdty)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!