banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250




banner 728x250

Kemarau Basah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

  • Bagikan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Menghadapi musim Kemarau Basah, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau Basah Tahun 2022, di Lapangan Pandapa Paramartha Kuningan, Rabu (22/06/2022).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan,  Indra Bayu Permana menyampaikan, sesuai prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberapa bulan lalu, bahwa musim hujan itu berlangsung sampai pertengahan Mei, sehingga pada Juni ini sudah musim kemarau.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

“Tetapi sehubungan dengan perkembangan informasi dari BMKG, maka bulan Juni pun masih banyak hujan. Oleh karena itu, kita mengimbau kepada masyarakat bahwa pertama ini musim pancaroba, memperkuat ketahanan tubuh masing-masing dengan tidur yang cukup,” ujarnya.

Selain itu, Indra mengatakan, masyarakat harus melakukan olahraga atau kegiatan untuk kebugaran yang cukup, menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan sehat agar tidak mudah terserang penyakit. 

Bupati Kuningan H. Acep Purnama mengemukakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Kabupaten Kuningan sejak akhir Bulan Mei hingga saat ini terjadi perubahan dinamika cuaca yang berupa suhu laut di perairan jawa masih hangat dan masih terjadinya fenomena “La Nina” yang menyebabkan suplai penguapan dan massa udara lebih banyak sehingga potensi awan hujan juga banyak terbentuk.

“Maka dari itu sampai saat ini masih cukup sering terjadi hujan, khususnya di wilayah Kabupaten Kuningan dan sekitarnya, kondisi ini tidak hanya di Jawa Barat melainkan merata hampir di seluruh pulau jawa dan sering juga disebut dengan Kemarau Basah,” ungkap Acep

Dijelaskan Acep, memasuki Kemarau Basah (Kemarau dengan curah hujan diatas rata rata
normal dan masih sering turun hujan), diperlukan kesiapsiagaan kita sebagai pelaku penanggulangan bencana untuk terus memonitor secara berkala informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman cuaca buruk. 

“Kondisi masih cukup seringnya turun hujan itu diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir,” jelasnya.

Potensi cuaca ekstrem itu, kata Acep, bisa menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan lainnya. 

Sedangkan dari sisi lingkungan, pihaknya meminta masyarakat mewaspadai kejadian pohon tumbang, karena ketika turun hujan yang terjadi di musim kemarau ini akan disertai terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan pohon pohon atau tumbuhan yang tumbang.

“Oleh karena itu imbauan pada masyarakat supaya mendeteksi lingkungan masing masing adakah pohon yang tinggi, pohon rimbun, sudah tua itu mohon agar dipangkas antisipasi tumbang,” imbuhnya.

Acep menambahkan, berkaitan dengan lingkungan, pada musim Kemarau Basah, biasanya terjadi hujan cukup deras, makanya agar masyarakat memperkuat genteng-genteng atau atap rumah, dan membersihkan saluran-saluran di lingkungan.

“Jangan membuang sampah tidak pada tempatnya, karena itu akan menyumbat saluran yang ada di lingkungan kita, apalagi membuang sampah di sungai, itu sangat tidak boleh,” tandas Acep.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kuningan agar memperkuat ketahanan tubuh pada musim Kemarau Basah atau kemarau yang masih terjadi hujan saat ini, supaya tidak mudah sakit. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!