banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

PMK Tidak Menular ke Manusia, Sekda Kuningan: Konsumsi Daging Masih Aman

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Meski Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menyerang banyak hewan ternak di 17 Provinsi di tanah termasuk Jawa Barat khususnya Kabupaten Kuningan, utamanya sapi. Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar yang juga sebagai Ketua Satgas Pengendalian dan Penanggulangan PMK Kabupaten Kuningan mengatakan, PMK tidak menular ke manusia.

“Virus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak tidak menular ke manusia. Oleh karena itu, konsumsi daging pun masih aman,” kata Dian usai Rapat Koordinasi PMK dengan seluruh Kabupaten/Kota PMK bersama Sekda Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E., M.Eng., Selasa (14/6/2022).

banner 728x250

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap selektif dalam mengkonsumsi daging. Tidak semua bagian dari tubuh hewan ternak bisa dikonsumsi dengan aman, terlebih saat ini ditengah adanya wabah PMK.

“Selain daging, untuk konsumsi susu sapi atau produk olahannya aman. Yang penting, pastikan produk tersebut telah melalui proses pengolahan dengan baik dan terjamin kualitasnya,” ujarnya.

Sekda menjelaskan, terkait langkah pengendalian dan penanggulangan PMK di Kabupaten Kuningan, sudah dilakukan sosialisasi terhadap seluruh stakeholder peternak, pedagang ternak, koperasi dan lainnya, dan lockdown di wilayah sapi perah dengan potensi ternak yang tinggi.

“Selanjutnya, melakukan desinfeksi ternak, kandang dan sarana lainnya. Karantina dan pengobatan supportif untuk ternak sakit, dan bekerjasama dengan instansi lain untuk penanggulangan PMK bersama Kementan, DKPP Prov Jabar, Komunitas Ecoenzyme, Polres, Kodim, BPBD dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kondisi saat ini terkait kurangnya obat-obatan dan sarana pengobatan dikarenakan banyaknya obat-obatan yang dibutuhkan di daerah lain juga. “Sementara kami juga sedang menunggu vaksin PMK yang menurut informasi pertengahan Juni ini akan turun,” imbuhnya.

Tercatat data Kasus PMK di Kabupaten Kuningan disebutkan Kepala Dinas Peternakan Drs. H. Dadi Hariadi, M.Si. berdasarkan sumber dari Satgas PMK bahwa hewan yang terduga PMK sebanyak 1.515 Ekor, yang sudah sembuh 292 ekor 19,28 %, yang mati 35 ekor atau 2,29 %, dan afkir 75 atau 4,92 %. Untuk di Kuningan  banyaknya sapi, ada juga kerbau sebanyak 2 ekor.

Selain itu, rapat yang berlangsung virtual tersebut juga membahas persiapan pelaksanaan Idul Qurban di masa terjangkitnya penyakit PMK.

Hasil dari rapat tesebut diantaranya, pembentukan Tim Pemeriksa Hewan Qurban tingkat Kabupaten/Kota, dan Pemeriksaan hewan qurban (pemeriksaan ante mortem dan post mostem, tetap lakukan sosialisasi pemotongan hewan qurban Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Kondisi Wabah PMK.

Sementara itu, perijinan lokasi penjualan hewan qurban oleh Kabupaten/Kota, Pemantauan hewan qurban bekerja sama dengan ASOHI, PDHI, dan pembentukan tim terpadu tingkat provinsi dan tingkat Kabupaten/Kota. Pelepasan Tim Pemeriksa Hewan Kurban Himbauan untuk pemasukan hewan qurban ke wilayah Jawa Barat, dan Himbauan untuk mengirimkan hewan kurban H-1 sebelum pemotongan. (rmdty)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan