Bingkaiwarta, KUNINGAN – Seleksi Calon Direktur Perumda Aneka Usaha (PAU) Kuningan yang bakal digelar dalam waktu dekat ini, mendapat kritikan tajam dari pemerhati Kebijakan Kuningan, Nana Mulyana Latief. Menurutnya, selain menyedot anggaran yang tidak sedikit, seleksi tersebut tidak efisien disaat kondisi Kuningan terpuruk sebagai Kabupaten Termiskin se-Jabar.
“Saya harap, seleksi Calon Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan tersebut tidak perlu dilakukan. Hanya menghambur-hamburkan anggaran saja. Ada hal yang lebih penting dan membutuhkan. Salah satunya untuk pengalokasian dana penanganan kemiskinan ekstrim,” ujar Nana kepada bingkaiwarta.co.id, Jumat (24/06/2022).
Seperti diketahui, Nana Sutisna dilantik Bupati Kuningan, H. Acep Purnama sebagai Direktur Perumda Aneka Usaha (PAU) Kuningan untuk masa jabatan 2020-2025. Namun, karena dinilai gagal memimpin, Nana Sutisna diberhentikan Bupati Kuningan sebelum masa jabatannya sebagai Direktur Perumda Aneka Usaha berakhir (tahun 2022, red).
Nana mengatakan, untuk menghemat anggaran dan langkah yang efektif juga efisien, proses seleksi tersebut seyogyanya tidak dilakukan.
“Kan sudah ada orang yang berkompeten hasil pansel dulu dan terpilih 3 besar, hingga terpilih Nana Sutisna sebagai Direktur masa jabatan 2020-2025, kenapa tidak dilakukan pengambilan dari dari hasil seleksi itu,” ungkapnya.
Atau, kata Nana, bisa juga penambahan waktu pejabat sementara atau PLT dari Pemilik Modal untuk memimpin sampai akhir periode. Setelah itu baru diadakan pansel dan tahapan seleksi dengan membuka pendaftaran calon direktur. (Abel)













